Jateng

Lebih Ramah dan Inklusif, Trans Semarang Siap Beralih ke Bus Listrik

M Husni | 11 Februari 2026, 10:37 WIB
Lebih Ramah dan Inklusif, Trans Semarang Siap Beralih ke Bus Listrik

JATENG.AKURAT.CO, Kota Semarang kian serius menatap masa depan transportasi publik yang lebih bersih, nyaman, dan berkelanjutan.

Transisi TransSemarang dari bus konvensional menuju bus listrik kini memasuki babak baru, setelah mendapat dorongan kuat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Tengah dan dukungan penuh Pemerintah Kota Semarang.

Komitmen itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan transportasi di Hotel Santika Premiere Semarang, Senin (9/2/2026).

Forum ini menjadi ruang temu antara pemerintah, akademisi, operator, hingga pelaku industri untuk merancang perubahan besar pada wajah angkutan umum ibu kota Jawa Tengah.

Ketua MTI Jawa Tengah, Prof. Bagus Hario Setiadji, menegaskan bahwa Semarang sudah waktunya meninggalkan pola transportasi lama yang membebani kualitas udara dan kenyamanan warga. Menurutnya, transisi ke bus listrik bukan sekadar mengganti mesin diesel, melainkan memperbaiki keseluruhan ekosistem layanan.

“Transisi ini adalah momentum emas untuk meningkatkan level of service. Kami mendorong peremajaan armada sejak 2015 dengan skema yang tidak memberatkan operator, namun tetap memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat,” ujar Prof. Bagus.

Dari sisi pemerintah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyambut baik rekomendasi MTI. Ia menegaskan kesiapan Pemkot Semarang dalam mengawal regulasi dan kebijakan anggaran agar operasional bus listrik bisa berjalan berkelanjutan.

“Kami sepakat bahwa persoalan seperti asap hitam dari armada tua dan ketidakpastian waktu kedatangan bus harus dijawab dengan teknologi. Dishub berkomitmen mengawal transisi ini agar layanan semakin ramah lingkungan dan andal,” tegas Danang.

Untuk mewujudkan itu, Dishub menyiapkan sejumlah langkah strategis;

Pertama, percepatan roadmap elektrifikasi dengan pergantian armada secara bertahap, dimulai dari koridor utama seperti Koridor 1.

Kedua, optimalisasi infrastruktur halte dengan audit dan perbaikan fisik agar tetap aksesibel bagi seluruh warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

Ketiga, penguatan manajemen operasional melalui sistem monitoring cerdas guna memastikan ketepatan waktu serta meningkatkan standar keselamatan pengemudi.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. MTI menekankan pentingnya standarisasi teknis pada baterai dan sistem kelistrikan bus, belajar dari pengalaman operasional bus listrik di Jakarta yang dipaparkan oleh VKTR dan Karoseri Laksana.

Sementara itu, dari sisi pembiayaan, Pemkot Semarang tengah mengkaji pola subsidi dan skema kerja sama yang saling menguntungkan. Tujuannya, memastikan keberlanjutan layanan tanpa membebani operator lokal.

“Modernisasi ini adalah kerja besar lintas sektor. Dengan dukungan akademisi dari Undip dan Unika Sogijapranoto, serta sokongan anggaran DPRD Kota Semarang, kami optimistis Semarang akan kembali menjadi barometer transportasi publik yang aman dan nyaman di Indonesia,” tutup Danang.

Dengan langkah ini, Semarang bukan hanya berbenah, tetapi juga memberi sinyal kuat bahwa kota ini siap bergerak menuju transportasi masa depan yang lebih hijau dan inklusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M Husni
M
Editor
M Husni