Jateng

Keliling Gereja Ucapkan Selamat Natal, Tokoh dan Pemuda Lintas Agama Rawat Damai di Semarang

Theo Adi Pratama | 25 Desember 2025, 07:13 WIB
Keliling Gereja Ucapkan Selamat Natal, Tokoh dan Pemuda Lintas Agama Rawat Damai di Semarang

JATENG.AKURAT.CO, Para tokoh dan pemuda lintas agama dan kepercayaan di Kota Semarang kembali menggelar Safari Natal Semarang 2025 pada 24–25 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas iman untuk mempererat persaudaraan, sekaligus merawat suasana damai dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Safari Natal yang rutin dilaksanakan sejak 2021 ini diawali pada Rabu (24/12/2025) malam dengan kunjungan ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Karangsaru Semarang.

Sekitar 50 peserta lintas agama hadir seusai ibadah malam Natal untuk menyampaikan ucapan Selamat Natal secara langsung kepada umat Kristen.

Kegiatan berlanjut pada Kamis (25/12/2025) pagi dengan kunjungan ke Keuskupan Agung Semarang sebagai representasi umat Katolik.

Rombongan disambut Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr., bersama jajaran Kuria Keuskupan Agung Semarang.

Para peserta kembali menyampaikan ucapan Selamat Natal sekaligus berdialog hangat tentang pentingnya persaudaraan lintas iman.

Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), Setyawan Budy, mengatakan Safari Natal merupakan praktik nyata hidup rukun di tengah keberagaman.

“Tradisi suatu agama bisa dirayakan bersama oleh semua orang. Saat umat Kristen dan Katolik merayakan Natal, kita bisa ikut bersukacita apa pun latar belakang kita. Inilah praktik hidup rukun di tengah keberagaman,” ujarnya.

Koordinator GUSDURian Semarang, Nuhab Mujtaba, menilai kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan yang diajarkan K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Di tengah ancaman polarisasi sosial-politik, kita perlu cara sederhana tapi bermakna untuk menunjukkan bahwa perbedaan tidak menghalangi kita untuk saling menyapa dan menjaga semangat kebangsaan. Ini adalah upaya membangun modal sosial di Kota Semarang,” katanya.

Sementara itu, Ruwiyati dari Himakertayasa Untag Semarang menekankan makna kehadiran penghayat kepercayaan dalam Safari Natal sebagai bentuk perjuangan kesetaraan dan pengakuan.

“Bagi penghayat kepercayaan, Safari Natal ini menunjukkan bahwa ruang perjumpaan yang setara bisa diciptakan ketika semua keyakinan diperlakukan sah sebagai bagian dari kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Safari Natal Semarang 2025 diikuti berbagai organisasi dan komunitas, di antaranya Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), EIN Institute, GUSDURian Semarang, PMKRI Semarang, HMJ SAA UIN Walisongo Semarang, Himakertayasa Untag Semarang, AMSAW Jawa Tengah 3, Gemapakti Semarang, Duta Damai BNPT Jawa Tengah, serta Kopri PMII Jawa Tengah.

Para peserta berharap nilai persaudaraan, solidaritas, dan kemanusiaan terus tumbuh di Kota Semarang, sehingga kota ini dapat menjadi contoh praktik baik kehidupan lintas identitas religius di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.