JATENG.AKURAT.CO, Awal Desember 2025 menjadi momen penting bagi dunia usaha di Jawa Tengah. Selama tiga hari, 2–4 Desember, Semarang kedatangan tamu istimewa delegasi Connect Souq. Jaringan pengusaha muslim dunia yang berpengaruh di lebih dari 40 negara.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi pembuka pintu menuju peluang ekspor baru, terutama untuk kopi dan rempah.
Di tengah rangkaian kunjungan itu, CEO Identix Group, Irma Susanti, tampak aktif mendampingi para delegasi.
Irma bercerita bahwa kedatangan mereka merupakan tindak lanjut dari Pertemuan Cendekiawan dan Pengusaha Muslim di Dubai, sebulan sebelumnya.
“Kami dari Identix Group diundang mewakili Indonesia. Saat itu kami merekomendasikan Jawa Tengah sebagai mitra strategis, karena potensi kopi dan rempahnya luar biasa besar,” ungkapnya, Rabu (10/12/2025).
Rombongan Connect Souq dipimpin langsung Chairman Abdullah Hassan dari Kuwait. Turut hadir para pemimpin jaringan dari Inggris, Uni Emirat Arab, India, serta Irma sebagai perwakilan Indonesia. Mantan diplomat Timur Tengah, Abdul Wahid Maktub, juga ikut mendampingi langkah delegasi tersebut.
Hari pertama diisi dengan pertemuan resmi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Di ruang pertemuan yang hangat, pembahasan langsung mengerucut pada satu isu: bagaimana memperkuat nilai ekspor produk lokal.
“Kopi Jawa Tengah kualitasnya sangat baik. Yang dibutuhkan adalah promosi dan perluasan jangkauan pasar,” ujar Taj Yasin sambil menyambut keseriusan Connect Souq membangun jejaring kemitraan.
Abdullah Hassan pun menegaskan komitmen mereka.
“Kami akan serius membawa Kopi Jawa Tengah ke pasar global,” katanya.
Negara-negara dengan konsumsi kopi tinggi seperti Amerika Serikat, Italia, Inggris, dan Jerman menjadi target utama.
Selain bertemu Wakil Gubernur, delegasi juga menyempatkan diri bertemu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Di hadapan para pelaku bisnis lokal, Abdullah Hassan menyampaikan kesannya terhadap Semarang.
“Semarang bukan hanya kota yang dinamis dan bersejarah. Ini adalah wilayah yang sarat dengan potensi ekonomi luar biasa,” ucapnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah kota dan kekayaan sumber daya lokal membuat Semarang menjadi “pusat alami” bagi kolaborasi internasional.
Connect Souq siap menghubungkan pelaku usaha kota ini dengan jejaring bisnis dunia untuk membuka jalur perdagangan, investasi, dan inovasi jangka panjang.
Tak hanya menyasar dunia usaha dan pemerintahan, delegasi juga bertemu dengan Rektor Undip dan Udinus.
Diskusi berlangsung lebih mendalam tentang bagaimana kampus bisa menjadi jembatan global mulai dari pengembangan karier alumni, inovasi digital, hingga kemitraan penelitian.
Bagi Connect Souq, kampus adalah mata air talenta. Mereka ingin mahasiswa dan alumni Jawa Tengah terhubung dengan cendekiawan dan pengusaha muslim di berbagai belahan dunia.
Setelah rangkaian dialog, kunjungan lapangan, serta pertemuan intensif, Abdullah Hassan menutup kunjungan dengan ucapan penuh apresiasi.
“Kami berterima kasih kepada para rektor, pelaku bisnis, dan para pemimpin daerah yang menyambut kami dengan tangan terbuka dan pikiran terbuka. Kami berharap dapat membangun kemitraan kuat dan langgeng dengan kota yang luar biasa ini,” ujarnya.
Kunjungan Connect Souq menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal Jawa Tengah terutama kopi dan rempah kini semakin dekat untuk menembus pasar dunia. Semarang pun semakin mantap melangkah menjadi pusat interaksi bisnis global.