Jadi Orang Tua Baru? Jangan Bingung! Ini Perbedaan Newborn Baby, Infant, dan 4 Hal Penting yang Wajib Kamu Tahu!

JATENG.AKURAT.CO, Jadi orang tua itu memang seru, tapi kadang bikin bingung juga ya.
Apalagi kalau sudah dengar istilah-istilah yang terdengar asing, seperti newborn baby, infant, atau toddler. Tenang, kamu nggak sendirian kok!
Memahami istilah-istilah ini penting banget, biar kita tahu kapan harus upgrade pengetahuan dan perawatan anak kita. Jadi, sampai usia berapa sih seorang anak disebut newborn baby?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seorang anak disebut newborn baby kalau usianya belum sampai 28 hari setelah lahir.
Setelah itu, ia masuk fase infant sampai usia 12 bulan, dan kemudian jadi toddler setelah usia satu tahun.
Nah, di fase newborn baby ini, banyak hal yang perlu kamu perhatikan. Yuk, simak 4 hal penting yang jadi ciri-ciri bayi baru lahir!
1. Pola Tidur yang Berubah Drastis
Pada bulan pertama, bayi tidur hampir sepanjang hari! Waktu tidur mereka bisa sampai 16-17 jam per hari, tapi dengan jeda yang singkat-singkat.
Seiring bertambahnya usia, pola tidurnya akan mulai lebih teratur. Gaby Wentworth, seorang konsultan anak, menyarankan agar bayi dibiasakan dengan rutinitas tidur yang konsisten dan lingkungan yang tenang.
2. Sering Menangis Itu Wajar!
Jangan panik kalau si kecil sering menangis! Menangis adalah cara utama mereka untuk berkomunikasi.
Bisa jadi karena lapar, popoknya basah, nggak nyaman, atau lelah.
Menurut Parents, banyak orang tua merasakan intensitas tangisan yang lebih sering terjadi di sore atau malam hari. Sabar ya, itu bagian dari proses!
Baca Juga: GAK CUMA GOWES! Ini Panduan Lengkap Mountain Biking Buat Pemula, Biar Aman dan Gak Takut Jatuh!
3. Masa-masa Sulit di Luar Rahim
Bayi baru lahir sedang beradaptasi dengan dunia baru yang sama sekali berbeda dari rahim ibu.
Mereka belajar bernapas, sistem pencernaannya bekerja, dan refleks-refleksnya mulai berkembang.
Wajar kalau mereka sering rewel, karena ini adalah proses penting sebelum mereka benar-benar nyaman di luar rahim.
4. Perubahan Emosi Ibu (Jangan Diabaikan!)
Bukan cuma bayi yang beradaptasi, sang ibu juga! Setelah melahirkan, ibu menghadapi rutinitas baru yang super padat, rasa lelah yang luar biasa, dan naik turunnya emosi.
Risiko baby blues bisa muncul kalau ibu merasa kewalahan.
Para ahli menyarankan agar para ibu tidak ragu meminta bantuan dari orang terdekat.
Dukungan keluarga sangat penting untuk melewati masa-masa awal ini dengan lebih tenang.
Baca Juga: BI Jateng Luncurkan Tiga Inovasi Baru, dari QRIS LPG hingga QRIS Tap Trans Semarang
Dengan memahami fase newborn ini, kamu bisa lebih siap dan tidak panik menghadapi setiap perubahan yang dialami si kecil. Perjalanan ini memang penuh tantangan, tapi juga penuh kebahagiaan.
Jadi, jangan ragu untuk terus belajar dan meminta dukungan. Karena jadi orang tua yang hebat itu butuh support system yang kuat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


