Jateng

Telkomsel Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Desa lewat Program Baktiku Negeriku 2025

Arixc Ardana | 9 Juli 2025, 17:11 WIB
Telkomsel Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Desa lewat Program Baktiku Negeriku 2025

JATENG.AKURAT.CO, Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulan bertajuk Baktiku Negeriku 2025.

Kali ini, program menyapa Desa Pampang, Paliyan, Gunungkidul, DIY, dengan semangat besar untuk mendorong digitalisasi dan pemberdayaan masyarakat desa.

Mengusung tema “Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Desa”, program ini menjadi bagian dari kontribusi Telkomsel menuju Indonesia Emas 2045, dengan pendekatan berbasis ESG (Environment, Social, Governance).

Baca Juga: Rayakan Liburan Sekolah, Telkomsel Hadirkan Nobar Hepi Serentak di Empat Kota sebagai Apresiasi untuk Pelanggan Setia

Telkomsel berupaya membuka akses teknologi dan digital yang merata, sekaligus mendorong masyarakat desa menjadi lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Sinergi Bersama Pemangku Kepentingan Desa

Dalam pelaksanaannya, Telkomsel menggandeng berbagai pemangku kepentingan lokal, seperti Badan Usaha Milik Kalurahan (BumKal), Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis), Kelompok Pembudidaya Ikan (PokDaKan), dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Dengan melibatkan langsung pelaku desa, diharapkan dampak program ini bisa berkelanjutan dan dikelola secara mandiri oleh warga di masa mendatang.

“Program Baktiku Negeriku adalah langkah konkret Telkomsel untuk menjadikan desa lebih mandiri dan berdaya saing melalui digitalisasi," ujar Adi Wibowo, GM Region Network Operations and Productivity Telkomsel Jawa Tengah dan DIY.

"Kami percaya bahwa kunci sukses untuk memberdayakan desa adalah dengan menjalin sinergi antar pemangku kepentingan untuk menyediakan teknologi yang inklusif bagi masyarakat desa,” tambahnya lagi.

Apresiasi pun datang dari Kementerian Pariwisata, yang menilai program ini berhasil mendorong transformasi digital desa sekaligus mendukung pengembangan desa wisata berbasis budaya, dan kearifan lokal secara inklusif dan kreatif.

Aktivitas Utama Baktiku Negeriku 2025

Beberapa kegiatan utama yang digelar dalam program ini antara lain:

Demo Integrated Farming: Edukasi sistem pertanian terpadu yang menggabungkan hortikultura, peternakan, dan perikanan.

Kelas dan pengembangan wisata lokal: Mendorong potensi Desa Pampang menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan produk lokal.

Peresmian Telkomsel Creative Digital Center: Sebagai pusat pengembangan inovasi dan teknologi bagi masyarakat desa.

Seminar dan pelatihan: Materi mencakup topik ketahanan pangan, ekonomi kreatif, serta pemanfaatan teknologi digital.

Employee Volunteering: Karyawan Telkomsel turun langsung menjadi relawan untuk membantu warga dan mendampingi program pelatihan.

Lanjutan dari Kesuksesan Tahun Sebelumnya

Keberhasilan Baktiku Negeriku 2025 dilandasi dari pencapaian luar biasa program sebelumnya yang digelar di Desa Hegarmanah, Banten.

Hasilnya jumlah wisatawan naik dari 595 menjadi 1.081 dalam 4 bulan, pendapatan desa tumbuh 25%, dan akses digital meningkat 92%.

Hal senada juga terjadi di Air Sempiang, Bengkulu.

Wisatawan naik dari 91 menjadi 1.145, pendapatan warga naik 40%, dan peningkatan keterampilan kerja sebesar 76%.

Komitmen Telkomsel untuk Masa Depan Desa

Telkomsel percaya bahwa Baktiku Negeriku bukan sekadar program CSR, melainkan gerakan bersama untuk membangun masa depan desa yang lebih cerah, mandiri, dan siap menghadapi era digital.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Telkomsel terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Karena #BaktikuNegeriku adalah bukti nyata bahwa teknologi, bila dimanfaatkan dengan baik, dapat menjadi jembatan menuju kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.