Rumah Apung Jadi Solusi Inovatif Hadapi Ancaman Rob di Sayung

JATENG.AKURAT.CO, Bencana rob yang terus mengancam wilayah pesisir Kabupaten Demak mendorong lahirnya solusi inovatif berupa pembangunan rumah apung sebagai hunian adaptif bencana.
Salah satu titik pelaksanaan program ini berada di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, yang merupakan kawasan terdampak paling parah akibat rob berkepanjangan.
Pada kegiatan monitoring dan evaluasi yang berlangsung beberapa waktu lalu, Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E., secara langsung meninjau perkembangan pembangunan rumah apung di lokasi tersebut.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinperkim), serta perwakilan dari Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) dan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) yang berperan aktif dalam mendukung program ini.
Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah menyampaikan apresiasinya terhadap upaya bersama dalam mewujudkan hunian layak bagi masyarakat pesisir.
Ia menyebut rumah apung sebagai bentuk terobosan yang mampu menjawab keresahan masyarakat terhadap bencana rob yang selama ini menghantui kehidupan mereka.
“Rumah apung adalah solusi tepat untuk masyarakat yang selama ini hidup dengan kecemasan akibat banjir rob. Saya berharap ke depannya, lebih banyak warga yang bisa mendapatkan manfaat dari program ini,” ujar Bupati.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinperkim Kabupaten Demak, Ir. Nanang Tasunar David Narutomo, mengungkapkan bahwa program ini secara khusus ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang tinggal di kawasan pesisir dan sangat terdampak.
Rumah apung dirancang agar mampu bertahan dan menyesuaikan dengan kondisi naik-turunnya permukaan air laut.
“Program ini bertujuan memberikan solusi jangka panjang bagi MBR di wilayah pesisir. Kami berharap pada tahun 2025, rumah apung ini benar-benar dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap bencana serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Ir. Nanang.
Bupati Eisti’anah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Demak untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
Meskipun keterbatasan anggaran menjadi tantangan, pihaknya tetap berupaya menghadirkan program yang berkelanjutan dan bermanfaat luas.
“Meskipun anggaran kami terbatas, kami akan terus berusaha agar masyarakat tetap mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” tegasnya.
Program rumah apung ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi dalam mencari solusi berbasis inovasi terhadap tantangan lingkungan.
Dengan sinergi yang kuat, diharapkan masyarakat pesisir Demak memiliki masa depan yang lebih aman dan layak di tengah ancaman perubahan iklim dan bencana rob yang terus mengintai. (adv-demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










