Jateng

Implementasi Nilai Taawun Melalui Posko Mudik Ansor-Banser

Theo Adi Pratama | 2 April 2025, 11:00 WIB
Implementasi Nilai Taawun Melalui Posko Mudik Ansor-Banser

SEMARANG.AKURAT.CO, Di tengah kegelapan malam Alas Kubangkangkung di Jalan Raya Kawunganten Kabupaten Cilacap, ada dua sepeda motor yang dikendarai empat orang berseragam Banser sambil membawa ‘Stick Lamp’ melintas.

Dua kilometer berikutnya ternyata terdapat Posko Mudik Satkoryon Banser Kawunganten. 

Terlihat beberapa personel Banser membawa senter dan ‘Stick Lamp’ berdiri di tepi jalan depan Posko Mudik yang ada di tengah hutan ini.

Dua mobil ambulance juga tampak terparkir siaga. Sementara dalam posko yang terbuat dari tenda non permanen dengan lampu penerangan yang cukup terang itu, terdapat sejumlah kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser berada di tempat tugas masing-masing.

Ada yang sedang membersihkan ruang istirahat untuk pemudik, memasak air dengan kompor gas di ruang dapur, dan lainnya.

Beberapa kali juga tercium aroma wangi dupa di lokasi sekira pukul 02.00 wib dinihari.

“Ini kearifan lokal sekaligus permintaan dari para sesepuh di sini, jadi kita menghormatinya,” ungkap salah satu personel Banser pada Tim Monitoring Posko Mudik 2025 PW GP Ansor Jawa Tengah ketika menanyakan hal tersebut.

Di jalur yang berada di tengah hutan Alas Kubangkangkung ini, para personel Banser melakukan patroli jalanan sepanjang 7-8 kilometer tiap beberapa menit sekali dalam 24 jam.

Selain itu, ketika ada pemudik menggunakan sepeda motor yang meminta pengawalan, personel Banser sigap mengawal dari ujung hutan sampai ujung hutan hingga masuk perkampungan.

Hal itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman, sebab sejak Posko Mudik ini didirikan H-5 Lebaran, sudah ada beberapa kali pemudik yang mendapatkan gangguan keamanan dari orang yang tak bertanggungjawab hingga personel Banser yang mendapatkan laporan langsung mengejar pelaku hingga tengah hutan.

Terdapat 15 Posko Mudik 2025 se-Kabupaten Cilacap yang didirikan di sekitar titik-titik rawan kemacetan, rawan kejahatan, dan lokasi strategis yang dilalui pemudik.

Situasi Posko Mudik Satkoryon Banser Kawunganten ini merupakan satu contoh dari 200 lebih Posko Mudik Ansor-Banser yang tersebar di 35 kabupaten dan kota se Jawa Tengah pada tahun 2025.

Di beberapa posko, juga sering dijumpai para pemudik tengah beristirahat, mereka terlihat begitu nyaman tanpa canggung berada di ruang seadanya.

Sering pula ditemukan pemudik meminta bantuan navigasi, baik sekadar menanyakan rute menuju daerah tertentu ataupun meminta diantarkan ke daerah tujuan. 

Dari 200 lebih Posko Mudik Ansor-Banser se Jawa Tengah, sebagian besar menyediakan fasilitas layanan, di antaranya tempat istirahat, tempat ibadah, layanan pijat refleksi, bantuan kesehatan dan P3K, layanan informasi dan navigasi, bantuan kendaraan dan bengkel darurat mobile, keamanan dan perlindungan, serta fasilitas konsumsi gratis.

Dari ratusan posko itu, beberapa di antaranya didirikan bekerjasama dengan berbagai pihak.

Semisal di Kecamatan Gobong Kebumen, Posko Mudik beserta fasilitas penunjangnya disengkuyung bersama antara GP Ansor-Banser dan komunitas non-muslim.

Ketika malam Idul Fitri sampai H+2, petugas yang berjaga dilakukan oleh para pemuda non-muslim. Para personel Banser diminta fokus mempersiapkan Lebaran, malam takbiran, distribusi zakat, salat Idul Fitri, serta silaturahmi dengan keluarga.

Namun Sebagian besar lainnya, pendirian posko dilakukan secara mandiri yang sumber pembiayaannya dari iuran anggota atau kader Ansor-Banser dan dana kas organisasi PAC maupun PC GP Ansor serta donatur.

Dengan berbagai manfaat ini, Posko Mudik Ansor Banser menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan mudik bagi masyarakat.

Kami pun meyakini masih banyak cerita heroik perjuangan sahabat-sahabat Ansor-Banser berjibaku membantu pemudik di posko-posko yang ada di Jawa Tengah dan tak termonitor oleh Tim Monitoring PW GP Ansor Jawa Tengah. 

Dari pendirian posko mudik Ansor Banser ini, mengandung nilai-nilai yang tak terbatas maknanya.

Sahabat-sahabat Ansor-Banser rela mengorbankan waktunya berjaga di posko ketika kebanyakan orang sedang sibuk mempersiapkan kebutuhan jelang Lebaran ataupun berwisata saat Lebaran.

Pertama, Wujud Kepedulian Sosial. Posko mudik yang didirikan oleh GP Ansor dan Banser adalah bentuk nyata dari kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pemudik yang melakukan perjalanan jauh selama musim mudik Lebaran.

Posko ini menyediakan layanan seperti tempat istirahat, konsumsi gratis, hingga bantuan kesehatan dan teknis bagi kendaraan.

Dengan adanya posko ini, pemudik yang mengalami kelelahan atau kendala dalam perjalanan dapat terbantu, sehingga perjalanan mereka lebih aman dan nyaman.

Kedua, Implementasi Nilai Keagamaan. Sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah, Ansor dan Banser mengamalkan ajaran tentang tolong-menolong (ta'awun), gotong royong, dan pelayanan terhadap sesama.

Membantu para pemudik, terutama yang membutuhkan pertolongan, merupakan bagian dari ibadah sosial yang dianjurkan dalam Islam.

Selain itu, posko ini juga menyediakan fasilitas ibadah seperti mushola dan tempat wudhu, sehingga para pemudik tetap bisa menjalankan kewajiban ibadah mereka.

Ketiga, Manifestasi Nasionalisme. Dengan mendirikan posko di berbagai titik strategis seluruh daerah di Jawa Tengah khususnya dan pada umumnya di berbagai daerah di Indonesia, Ansor dan Banser menunjukkan peran aktif mereka dalam mendukung kepentingan masyarakat dan Negara.

Mudik merupakan tradisi nasional yang melibatkan jutaan orang setiap tahunnya, dan kelancaran mudik menjadi bagian dari kepentingan bersama.

Kehadiran posko ini menunjukkan semangat nasionalisme dengan berkontribusi dalam mengurangi risiko kecelakaan, membantu pemudik, serta menjaga ketertiban dan keamanan selama arus mudik.

Keempat, Pembinaan dan Pengabdian. Posko mudik juga menjadi ajang latihan dan pengabdian bagi anggota GP Ansor dan Banser.

Dengan terlibat dalam kegiatan sosial ini, anggota Banser tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan solidaritas antaranggota.

Kegiatan ini juga memperkuat kedekatan Banser dengan masyarakat, sehingga peran mereka semakin dikenal dan diterima luas sebagai organisasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.

Akhirul kalam, Posko mudik Ansor Banser bukan sekadar tempat istirahat, tetapi juga simbol dari kepedulian, keagamaan, nasionalisme, dan pengabdian dalam membantu sesama. Semoga jerih payah sahabat-sahabat Ansor-Banser mendapatkan Ridlo Allah SWT, Amin.(*)

*Catatan kertas Tim Monitoring Posko Mudik 2025 PW GP Ansor Jawa Tengah, Mukhamad Nur Huda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.