Jateng

UPDATE Tragedi Petungkriyono Pekalongan: Surga Wisata Alam yang Kini Berduka

Arixc Ardana | 22 Januari 2025, 15:25 WIB
UPDATE Tragedi Petungkriyono Pekalongan: Surga Wisata Alam yang Kini Berduka

JATENG.AKURAT.CO, Petungkriyono, sebuah kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dikenal luas sebagai kawasan wisata alam yang memukau.

Dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang masih asri, air terjun yang menakjubkan, serta udara sejuk pegunungan, Petungkriyono menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam.

Namun, bencana tanah longsor yang terjadi baru-baru ini membawa luka mendalam bagi daerah ini, mengubah wajah keindahannya menjadi potret duka.

Keindahan Petungkriyono Sebelum Bencana

Petungkriyono dijuluki "Surga Tersembunyi di Pekalongan" karena pesona alamnya yang luar biasa.

Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai destinasi wisata

1. Welo River

Berada di Desa Kayupuring, Welo River menyajikan keindahan sungai berwarna hijau kebiruan yang diapit bebatuan besar dan rindangnya pepohonan.

Untuk mencapai area sungai, kamu hanya perlu menuruni anak tangga selama 2–3 menit dari parkiran.

Selain menikmati keindahan alam, kamu bisa mencoba river tubing, river tracking, atau body rafting yang seru.

Harga tiket masuk: Rp5.000
Aktivitas seru: Body rafting dan river tubing

2. Curug Bajing

Curug Bajing, air terjun setinggi 75 meter ini, terletak di Desa Telogopakis.

Dikelilingi tebing-tebing hijau, suasana di sini sangat sejuk dan menenangkan.

Perjalanan menuju lokasi pun memanjakan mata dengan pemandangan yang indah.

Namun, berhati-hatilah saat berada di bawah air terjun karena arusnya cukup deras.

Harga tiket masuk: Rp7.000
Catatan menarik: Pernah menjadi lokasi syuting My Trip My Adventure.

3. Telaga Mangunan

Terletak di Desa Tlogohendro, Telaga Mangunan, juga dikenal sebagai Telaga Sigebyar, adalah destinasi baru yang menawarkan suasana tenang di ketinggian 2.000 mdpl.

Dengan fasilitas lengkap seperti gazebo, perahu sewa, hingga spot foto menarik, telaga ini cocok untuk menikmati keindahan alam sambil melepas penat.

Harga tiket masuk: Rp7.000
Keunggulan: Udara sejuk dan pemandangan perbukitan yang menawan.

4. Black Canyon

Dikenal juga sebagai Kedung Sipingit, Black Canyon menyuguhkan pemandangan sungai dengan air hijau kebiruan yang dikelilingi tebing tinggi.

Dengan kedalaman mencapai 5–7 meter, tempat ini cocok untuk penggemar aktivitas menantang seperti river tubing dan body rafting.

Selain itu, hamparan sawah dan area camping di sekitar sungai menambah daya tariknya.

Harga tiket masuk: Rp5.000
Aktivitas tambahan: Camping dan menikmati keindahan sawah.

Wisatawan sering menjadikan Petungkriyono sebagai tujuan trekking, fotografi alam, dan relaksasi. Dengan fasilitas pendukung seperti homestay dan warung lokal, kawasan ini juga menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat sekitar.

Tragedi Tanah Longsor Mengguncang Petungkriyono

Sayangnya, keindahan ini berubah drastis ketika hujan deras yang mengguyur daerah tersebut memicu tanah longsor dan banjir bandang pada Selasa (21/1/2025).

Tragedi ini menewaskan setidaknya 20 orang, sementara belasan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Tanah longsor tidak hanya merusak 25 rumah, tetapi juga menghancurkan beberapa fasilitas wisata seperti jalan menuju Curug Bajing dan area kafe yang sering menjadi tempat berkumpul wisatawan.

Dampak Bencana terhadap Pariwisata dan Masyarakat

Bencana ini membawa dampak besar bagi sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Petungkriyono.

Dengan akses jalan yang rusak dan kekhawatiran akan keselamatan, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan akan menurun drastis.

Harapan di Tengah Kesedihan

Meski tragedi ini menyisakan luka yang mendalam, masyarakat Petungkriyono berharap dapat bangkit kembali.

Pemerintah daerah berjanji akan memulihkan infrastruktur yang rusak dan mengembalikan Petungkriyono sebagai destinasi wisata unggulan.

Petungkriyono adalah simbol keindahan dan ketangguhan. Meskipun diterpa bencana, semangat masyarakatnya untuk bangkit tetap menyala.

Mereka percaya, Petungkriyono akan kembali menjadi surga wisata yang memukau, di mana alam dan manusia hidup berdampingan dalam harmoni.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.