Jateng

50 Personil SAR Semarang Raya Dilatih Emergency Communication, Fokus pada Operasi Kemanusiaan

Afri Rismoko | 29 September 2024, 05:54 WIB
50 Personil SAR Semarang Raya Dilatih Emergency Communication, Fokus pada Operasi Kemanusiaan

AKURAT.CO, Sebanyak 50 personil dari berbagai organisasi potensi SAR di wilayah Semarang Raya mengikuti pelatihan Emergency Communication yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, 28-29 September 2024.

Acara ini bertempat di Bumi Perkemahan Harda Walika Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang, dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono.

Dalam sambutannya, Budiono menekankan pentingnya komunikasi dalam setiap operasi SAR.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan yang pertama kali diadakan, dan diprakarsai oleh Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) Kota Semarang.

Baca Juga: Preview Laga Borneo FC vs Persita, Duel Sengit di Stadion Batakan

"Pelatihan ini bisa menjadi sarana untuk bersilaturahmi sekaligus menyamakan persepsi saat berada di lapangan atau saat operasi SAR," ujar Budiono pada Sabtu (28/09/2024).

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi sangat krusial dalam operasi SAR, baik di darat maupun perairan.

Komunikasi antar kapal di lautan dan tim SAR gabungan di darat juga memerlukan penanganan yang tepat agar operasi berjalan lancar.

Pelatihan Emergency Communication bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para potensi SAR dalam membantu proses pengendalian operasi yang dilakukan oleh Basarnas, yang bertindak sebagai pusat kendali seluruh proses pencarian dan pertolongan.

Budiono berharap agar hasil dari pelatihan ini dapat meningkatkan sinergi dan kesamaan visi dalam menjalankan misi kemanusiaan.

"Melalui komunikasi, kita berharap semua pihak bisa bersinergi, memiliki satu visi dan misi, serta saling bekerjasama dari awal hingga pelaksanaan operasi SAR," imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator FKP3 Kota Semarang, Akim Wahyudi, menuturkan bahwa setiap pergerakan dalam operasi SAR sangat bergantung pada komunikasi.

"Komunikasi ini penting untuk memonitor mobilitas dari berbagai unsur, mulai dari tim medis, logistik, hingga pencarian dan pertolongan yang dipimpin oleh Basarnas," jelas Akim.

Pelatihan ini mencakup materi tentang komunikasi radio serta simulasi komunikasi dalam operasi SAR.

Ke-50 peserta yang mengikuti pelatihan ini terdiri dari relawan dan perwakilan instansi di wilayah Semarang Raya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A