JKN Telah Menjangkau 97,66 Persen Penduduk Indonesia, Dirut BPJS Kesehatan: Capaian Luar Biasa dan Peluang Bagi Generasi Muda

AKURAT.CO, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghuffron Mukti, menyampaikan kabar gembira bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjangkau 97,66% penduduk Indonesia.
Angka ini menunjukkan komitmen kuat BPJS Kesehatan untuk menyediakan akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dibandingkan negara lain seperti Korea Selatan (12 tahun), Jepang (36 tahun), dan Jerman (127 tahun), pencapaian Indonesia dalam mengantarkan Universal Health Coverage (UHC) tergolong luar biasa.
"Indonesia hanya butuh waktu 10 tahun untuk memastikan penduduknya memiliki akses layanan kesehatan. Mengalahkan Korea Selatan yang membutuhkan waktu 12 tahun, Jepang 36 tahun atau bahkan Jerman selama 127 tahun,” papar Ali Ghuffron Mukti, saat menjadi Guest Lecture di Universitas Muhammadiyah (UNIMUS) Semarang, Jumat kemarin.
Inovasi untuk Kemudahan Akses
Memahami tingginya angka kepesertaan JKN, BPJS Kesehatan terus berinovasi untuk memberikan kemudahan akses layanan bagi peserta.
Salah satu contohnya adalah penetapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas resmi kepesertaan JKN.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga meluncurkan berbagai layanan digital seperti Aplikasi Mobile JKN dan KIS Digital untuk mempermudah peserta dalam mengakses layanan.
BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN melalui Transformasi Mutu Layanan.
Transformasi ini fokus pada tiga aspek utama, yakni akses layanan yang mudah dan tanpa fotokopi berkas, pemanfaatan sistem antrean online dan optimalisasi kanal informasi dan pengaduan di fasilitas kesehatan
Serta kesetaraan pelayanan tanpa diskriminasi, tanpa iur biaya tambahan, dan dengan petugas yang ramah.
Akses Pelayanan yang Terus Berkembang
Seiring dengan meningkatnya jumlah peserta, akses pelayanan kesehatan JKN pun terus diperluas.
BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.202 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.129 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 6.107 sarana penunjang seperti optik, apotek, dan laboratorium yang tersebar di seluruh nusantara.
Tercatat, pada tahun pertama Program JKN ini berjalan sejumlah 92,3 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan telah dirasakan oleh peserta JKN.
Pada tahun 2023, Program JKN ini telah dimanfaatkan sekitar 1,6 juta perhari atau 606,7 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan dalam satu tahun.
Program JKN telah memberikan manfaat besar bagi jutaan rakyat Indonesia. Pada tahun pertama, 92,3 juta peserta JKN telah memanfaatkan layanan kesehatan.
Di tahun 2023, angka tersebut melonjak menjadi 606,7 juta pemanfaatan per tahun.
Lebih dari sekadar akses kesehatan, JKN membuka peluang bagi generasi muda, khususnya lulusan fakultas kedokteran dan bidang kesehatan lainnya, untuk berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat.
Ghufron mengingatkan, agar lulusan bidang kesehatan dalam negeri tak perlu rendah diri.
Dia yakin jika putra dan putri Indonesia memiliki kompetensi yang tidak kalah serta mampu bersaing baik di kancah nasional maupun internasional.
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan UNIMUS Semarang
Lebih lanjut, Ghufron berharap dengan telah terjalinnya kolaborasi dan kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan UNIMUS Semarang, insan UNIMUS Semarang yang telah selesai menimba ilmu, juga dapat menjadi salah satu bagian dari Program JKN.
Usia kegiatan, Ghufron beserta jajaran berkesempatan mengunjungi dan meninjau pelayanan kesehatan di RS UNIMUS Semarang.
Dia berharap, fasilitas kesehatan ini memberikan layanan terbaik kepada pasien dan berkontribusi menyejahterakan masyarakat di bidang kesehatan.
Sementara itu, ditemui pada kesempatan yang sama, Direktur Rumah Sakit UNIMUS Semarang, Riza Setiawan mengatakan, dengan adanya Guest Lecture yang dihadiri oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan dapat menambah wawasan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIMUS Semarang.
Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan UNIMUS Semarang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
“Lulusan bidang kesehatan sangat perlu terpapar informasi yang mendalam terkait Program JKN, juga bagaimana pengelolaannya di bawah BPJS Kesehatan. Terlebih, disampaikan langsung oleh profesional yang menyelenggarakan program tersebut,” ucapnya.
Riza menangkap, animo mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum untuk bergabung dalam penyelenggaraan Program JKN sangat tinggi.
Apalagi, Program JKN ini telah mengantongi berbagai pencapaian dan penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional.
“Harapannya dokter-dokter yang diluluskan dari UNIMUS Semarang ini tahu betul penyelenggaraan Program JKN baik di FKTP maupun FKRTL,” tutupnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


