Jateng

Perayaan Waisak di Vihara Tanah Putih Semarang Jadi Katalisator Kerukunan Antar Umat Beragama

Theo Adi Pratama | 24 Mei 2024, 14:59 WIB
Perayaan Waisak di Vihara Tanah Putih Semarang Jadi Katalisator Kerukunan Antar Umat Beragama

JATENG.AKURAT.CO, Puncak perayaan Tri Suci Waisak di Vihara Tanah Putih Semarang berlangsung sangat meriah. Tokoh-tokoh lintas agama bergabung dalam satu ruangan untuk bersama-sama merenungi pentingnya kerukunan dan keluhuran ajaran Budha.

Menurut Kepala Vihara Tanah Putih, Banthe Cathamanno Mahaterra, perayaan pada Jum’at (24/5/2024) ini sudah yang kesekian kalinya dengan mengundang tokoh-tokoh lintas agama.

“Jadi kami sudah yang kesekian kalinya mengundang teman-teman lintas agama, lintas iman, lintas kepercayaan, lalu ada pula seniman dan budayawan yang hadir tadi meramaikan perayaan puncak Tri Suci Waisak ini,” ujar Banthe saat diwawancara.

Banthe Cathamanno merasa sangat senang karena perayaan Waisak selalu menjadi katalisator persaudaraan lintas agama di Kota Semarang.

Baca Juga: Dikira Boneka Bekas, Ternyata Pemulung Ini Temukan Sesosok Mayat Bayi Mungil di Tong Sampah

“Kami sangat senang tentunya karena kami bisa berkontribusi terhadap kerukunan antar umat beragama di Kota Semarang,” ungkapnya.

Banthe melanjutkan, dukungan dari tokoh-tokoh lintas agama ini mampu menguatkan keimanan dirinya dan umatnya terhadap ajaran Budha.

“Dan tentunya bukan hanya itu, tapi juga kami semakin yakin bahwa keimanan kami yang berbeda-beda ini bisa saling menguatkan dalam kerukunan,” ujarnya.

Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2568 di Tahun 2024 ini sendiri mengusung tema “Memperkokoh Persatuan dan Kebersamaan”.

Baca Juga: BKBH FH USM-Pemkab Semarang Selenggarakan Penyuluhan Hukum di Enam Desa

Banthe Cathamanno mengatakan bahwa tema ini menggambarkan keyakinan bahwa hidup itu tidak sendiri, tapi di sekitar ada masyarakat yang berbeda-beda keyakinan, kepercayaan, bahkan ras serta bahasa dari suku-suku yang bermacam-macam.

“Kerukunan dalam perbedaan inilah yang bisa ikut menjaga kutuhan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) RI, KH Taslim Syahlan mengatakan bahwa keluarga besar Umat Budha Vihara Tanah Putih ini memiliki keterbukaan bagi saudara-saudara Non-Budha. Oleh sebab itu mereka mengundang semua tokoh agama dan kepercayaan.

“Maka dari itu, keberadaan umat Non-Budha ini bukan Cuma say hallo memberikan selamat, tapi juga ikut menikmati perayaan ini,” ujar Kiai Taslim.

Baca Juga: MyPertamina Hadirkan Promo! Dapatkan Double Points dan Bonus E-Voucher untuk Setiap Transaksi di Akhir Pekan Selama Bulan Mei dan Juni 2024

Bagi Kiai Taslim, para tokoh agama datang keperayaan waisak mampu meramaikan, bercengkrama, ikut bahagia, dan lain-lain.

“Ini yang saya sebut sebagai restorasi kerukunan antar umat beragama. Mau saling berkunjung dan melakukan toleransi aktif, bukan Cuma saling mempersilahkan saja. Jadi toleransinya sampai pada tindakan nyata,” jelasnya.

“Karena moderasi beragama itukan di tataran konsep, jadi harus diaplikasikan seperti dengan berkunjung di dalam setiap perayaan lintas agama dan kepercayaan,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.