Jateng

Pemuda Katolik Dukung Penuh Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia: Membangun Jembatan Dialog Antaragama

Theo Adi Pratama | 9 April 2024, 10:02 WIB
Pemuda Katolik Dukung Penuh Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia: Membangun Jembatan Dialog Antaragama

AKURAT.CO, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengumumkan berita gembira bahwa Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, berencana untuk mengunjungi Indonesia pada bulan September 2024.

Komunikasi yang intens antara Pemerintah Indonesia dan Takhta Suci telah memastikan rencana ini menjadi kenyataan.

Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, 8 April 2024, menyebutkan bahwa kabar gembira ini berasal dari Nota Verbal yang disampaikan oleh Duta Besar Tahta Suci untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo, kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada tanggal 5 Maret 2024.

Baca Juga: Kabar Konser Sheila On 7 'Tunggu Aku Di' di Indonesia Tahun 2024: Petunjuk 5 Kota Besar yang Jadi Tuan Rumah Konser, Apakah Ada Kotamu?

Terkait rencana kedatangan Paus Fransiskus, dukungan penuh telah dinyatakan oleh Pemuda Katolik, yang melihat kehadiran Paus sebagai berkah besar bagi Gereja dan Bangsa Indonesia.

Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan dukungan tersebut, mengatakan bahwa persiapan yang matang dari segi agenda, pembentukan panitia, dan kolaborasi antara Gereja, pemerintah, tokoh agama, serta ormas-ormas Katolik sangat penting untuk memastikan kunjungan Paus berjalan lancar.

Sebagai Ormas prototipe negara, Pemuda Katolik melihat kunjungan Paus Fransiskus sebagai momen penting untuk memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan, yang telah dimulai sejak tahun 1947.

Baca Juga: Arus Mudik Idul Fitri 2024: Konsumsi BBM Gasoline di Tol Trans Jawa Ruas Jateng Melonjak 334%

Gusma menekankan bahwa kunjungan ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk merayakan pluralisme agama dan memperkuat dialog antarumat beragama, sejalan dengan prinsip-prinsip kenegaraan yang dipegang oleh Vatikan, seperti perdamaian dunia, kerukunan antarumat beragama, dan keadilan sosial.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi kehadiran Paus Fransiskus.

Oleh karena itu, kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tanah air.

Paus Fransiskus akan menjadi Paus ketiga yang mengunjungi Nusantara, setelah Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.

Baca Juga: Profil Instagram Babe Cabita, Komika yang Meninggal Hari Ini, Dikenal Tagline Andalannya, Ahh... Sudahlah

Dalam penutup pernyataannya, Gusma mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kesehatan Paus Fransiskus dan berharap agar perjalanan beliau ke Indonesia berjalan lancar.

Ia juga mendorong seluruh kader Pemuda Katolik untuk terlibat aktif dalam mempersiapkan kunjungan ini, sebagai bentuk kontribusi mereka dalam memperkuat hubungan antara Gereja Katolik dan Bangsa Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.