Jateng

Apa Itu Kanker Darah Anemia Aplastik, Penyebab Kematian Komika Babe Cabita, Kenali Gejala dan Cara Pengobatan Sebelum Terlambat

Arixc Ardana | 9 April 2024, 08:57 WIB
Apa Itu Kanker Darah Anemia Aplastik, Penyebab Kematian Komika Babe Cabita, Kenali Gejala dan Cara Pengobatan Sebelum Terlambat

 

AKURAT.CO, Apa Itu Kanker Darah  Anemia Aplastik, Penyebab Kematian Komika Babe Cabita, Kenali Gejala dan Cara Pengobatan Sebelum Terlambat

Kabar duka datang dari dunia standup comedy Indonesia, usai komika Babe Cabita meninggal dunia pada hari ini Selasa 9 April 2024

Komika Babe Cabita yang dikenal dengan gaya rambut kribonya tersebut, meninggal dunia usai menderita sakit kanker darah anemia aplastik, lalu apa itu anemia aplastik? simak selengkapnya di artikel ini

Baca Juga: Innalillahi, Kabar Duka Komika Babe Cabiita Meninggal Dunia Hari Ini, Dikabarkan Akibat Sakit Kanker

Anemia aplastik adalah salah satu jenis penyakit kurang darah yang tergolong langka dan serius.

Berbeda dengan anemia biasa, anemia aplastik menunjukkan gejala yang mirip namun lebih berbahaya karena sumsum tulang belakang tidak mampu memproduksi sel darah merah, putih, dan trombosit secara cukup.

Jika kita ingin memahami anemia aplastik lebih dalam, kita perlu memahami perbedaannya dengan jenis anemia lainnya, seperti anemia hemolitik yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh.

Gejalanya, seperti mudah lelah dan lesu, mungkin mirip dengan anemia biasa, tetapi penderita anemia aplastik memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kekebalan tubuh dan infeksi.

Hal ini dapat menyebabkan luka-luka, pendarahan, mimisan, gusi berdarah, dan memar tanpa sebab yang jelas.

Tidak ada batasan usia atau jenis kelamin untuk terkena anemia aplastik; baik anak-anak maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan, semuanya berisiko.

Selain itu, anemia aplastik dapat bersifat genetik.

Meskipun bukan penyakit genetik secara langsung, namun dapat diwariskan dan lebih umum menyerang individu muda yang memiliki riwayat keluarga yang sama.

Anemia aplastik yang bersifat genetik dapat meningkatkan risiko terkena leukemia, sehingga membutuhkan pengujian dan perawatan khusus.

Penyebab anemia aplastik bervariasi, termasuk riwayat penyakit autoimun, reaksi terhadap obat-obatan tertentu, paparan radiasi seperti dalam perawatan kanker, atau kondisi medis seperti anoreksia nervosa.

Bahkan, virus tertentu seperti HIV, Epstein-Barr, herpes, dan hepatitis juga dapat menyebabkan penyakit ini.

Gejalanya tergantung pada tingkat keparahan penurunan sel darah dalam tubuh. Pengurangan sel darah merah dapat menyebabkan gejala seperti pusing, kelelahan, wajah pucat, dan sesak napas.

Kekurangan sel darah putih membuat tubuh rentan terhadap infeksi, sementara penurunan trombosit dapat menyebabkan mudah memar, gusi berdarah, dan mimisan tanpa sebab yang jelas.

Untuk mendiagnosis anemia aplastik, dokter mungkin akan merekomendasikan tes darah.

Hal ini diperlukan untuk mengukur jumlah sel darah dalam tubuh.

Selain itu juga dilakukan biopsi sumsum tulang belakang untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi sumsum tulang belakang.

Pengobatan anemia aplastik akan bergantung pada tingkat keparahannya.

Penderita dengan kondisi ringan mungkin hanya perlu menghindari paparan radiasi dan bahan kimia beracun, sementara kasus yang lebih parah mungkin memerlukan transfusi darah atau bahkan transplantasi sumsum tulang belakang.

Pencegahan anemia aplastik melibatkan langkah-langkah seperti menjaga kebersihan tangan, menghindari kerumunan yang dapat mempengaruhi kadar oksigen dalam darah, menghindari aktivitas yang berisiko cedera, dan bahkan melakukan donor darah untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Dengan memahami penyebab, gejala, dan pengobatan anemia aplastik, kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi kesehatan tubuh kita.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.