BKT Semarang Meluap, Longsor Terjadi di Beberapa Titik, dan Banjir Merendam Objek Vital di Semarang

AKURAT.CO, Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang terpantau meluap hingga membanjiri jalanan di sekitarnya.
Bahkan tingginya air luapan itu tingginya sampai paha orang dewasa. Banyak kendaraan terjebak banjir dan lalulintas macet total.
Semarang menjadi pemuncak trending di media sosial X pada Rabu (13/3/2024) lantaran hujan deras dan angin kencang terjadi di Semarang selama dua hari hingga malam ini.
Peneliti BRIN, Erma Yulihastin dalam cuitannya di akun X mengatakan
"Efek pergerakan bibit siklon 18S dari barat ke timur (selatan Jatim) menyebabkan hujan deras persisten di Jawa (Demak, Kudus, Pati, Semarang), Madura, dan Kupang. Hujan yg persisten dipicu oleh squall line efek dari vorteks. Semarang dan Kupang waspada".
Persisten artinya hujan cukup lama (awet) terjadi.
"Saya cek sudah lebih dari 12 jam konsentrasi hujan badainya memang ada di Semarang. Efek squall line besar yg memanjang dari laut menuju pesisir," tulisnya.
Hujan besar yang terjadi di Semarang sejak Selasa (12/3/2024) sampai Rabu malam (13/3/2024) menyebabkan beberapa bencana.
Selain banjir, terjadi juga longsor di beberapa titik Kota Semarang, antara lain;
1. Tanah longsor di wilayah Jalan Srikaton barat RT 2 RW 6 Semarang Barat.
2.Talud Longsor RT 1 RW 7 Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang.
3.Talud Ambrol Ngaglik Lama no.14 RT 3 RW 5 Kelurahan Bendungan Kecamatan Semarang Selatan.
4.Tanah Longsor Jalan Jomblang Perbalan RT 1 RW 2 Kelurahan Candi Kecamatan Candisari.
5.Tanah Longsor Jalan Gombel Lama RT 5 RW 5 Kelurahan Tinjomoyo Kecamatan Banyumanik.
6. Longsor di Kelurahan Lempongsari RT 6 RW 1 Semarang Selatan yang merusak sebuah Rumah milik Agus Marsudi
Banjir akibat hujan juga terjadi sejumlah kawasan dan objek vital di Kota Semarang juga terdampak banjir seperti Simpang Lima, Jalan Pantura Kaligawe, Pasar Tlogorejo, Jalan Protokol Karangayu, Kawasan Industri Terboyo dan Wijaya Karya Kecamatan Tugu, serta beberapa perkampungan warga.
Banjir juga membuat sejumlah fasilitas umum di Kaligawe Semarang terkena banjir.
Salah satunya adalah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kaligawe yang juga tergenang banjir hingga setinggi pinggang.
Lurah Kaligawe Sukamti mengatakan genangan di sekitar rumah susun dan di beberapa permukiman. Di permukiman, air tidak sampai masuk ke rumah.
"Air masuk tadi malam karena kita tahu hujan intensitasnya deras dan terus menerus, sejak hari Senin sudah mulai hujan," kata Sukamti.
Ia menjelaskan lokasi rumah susun itu merupakan cekungan dan sudah dilakukan upaya penyedotan dengan pompa.
"Walau ini pompa BBWS dan dari (rumah pompa) Waru on, karena curah hujan tinggi maka mengakibatkan genangan. Insyaallah ini nanti turun (genangannya). Ada beberapa lingkungan tergenang tapi tidak sampai masuk rumah," jelas Sukamti.
Selain Rusunawa Kaligawe, banjir juga melanda Jalan Pantura Kaligawe namun lebih cepat surut karena air dipompa di saluran mati yang akhirnya mengalir ke rumah warga di Perumahan Genuk Indah, Semarang
Genangan air di Jalan Pantura Kaligawe Semarang tersebut sempat mencapai ketinggian 40 hingga 50 sentimeter
sehingga menyebabkan kendaraan roda dua yang melintas mogok di tengah jalan.
Aipda Mamik, anggota Unit Lantas Polsek Genuk melaporkan satuan petygas dari unitnya sudah mengatur lalu lintas
Bertujuan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar exit tol Kaligawe menuju Pelabuhan Tanjungmas.
Di sini saat hujan menjadi titik terdalam banjir dan terjadi penumpukkan kendaraan.
"Menuju pelabuhan sekitar exit tol Kaligawe juga mengalami genangan sehingga terjadi penumpukan kendaraan," kata Aipda Mamik.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










