Jateng

Adib Melihat Kemungkinan Calon Gubernur Jateng dari Kalangan Non Partai Menguat

Theo Adi Pratama | 12 Maret 2024, 17:27 WIB
Adib Melihat Kemungkinan Calon Gubernur Jateng dari Kalangan Non Partai Menguat

AKURAT.CO, Pengamat Politik UIN Walisongo Semarang, Dr M Kholidul Adib melihat ada kemungkinan sosok yang akan diusung sebagai Calon Gubernur Jateng bisa dari kalangan kader partai dan non partai.

Namun begitu, konsistensi Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam polling pencarian Bacagub Jateng menjadi fenomena tersendiri.

Dalam polling pada Web Pollingkita.com, nama Ahmad Luthfi menempati posisi teratas dengan 20.255 suara.

"Dari kalangan kader partai ada sejumlah nama yang berpeluang yaitu Bambang Wuryanto dan Hendrar Prihadi (PDIP). KH Yusuf Chudlori (PKB), Sudaryono (Gerindra)," ujar Adib pada Selasa (12/3/2024).

Di PDIP sendiri ada dua opsi, untuk mengusung kader sendiri atau mengusung figur lain. PDIP punya banyak kader hebat yang bisa diusung sebagai calon gubernur, seperti Bambang Wuryanto (Ketua DPD PDIP Jateng) atau Hendrar Prihadi (Ketua DPC PDIP Kota Semarang).

"Tentu semua menunggu keputusan Ibu Megawati. Ada juga isu Bambang Wuryanto mencalonkan anaknya, Casyita, yang sekarang menjadi anggota DPD. Ada juga peluang untuk menggandengkan Hendrar Prihadi dengan Casyita jadi baik cagub maupun cawagub sama-sama kader PDIP. Apakah ini bisa? Jelas bisa," beber Adib.

Baca Juga: Kapolda Jateng Masuk Bursa Bakal Calon Gubernur, Ini Kata Pengamat

PDIP sendiri punya pengalaman mengusung kader-kadernya di cagub dan cawagub sekaligus yaitu Ganjar Pranowo - Heru Sujatmoko saat Pilkada 2013 dan berhasil memenangkan Pilkada mengalahkan incumbent Bibit Waluyo dan Sekda Hadi Prabowo.

Sebagai partai politik dengan jumlah suara dan kursi terbanyak di DPRD Jawa Tengah, PDIP dapat mengusung jagonya sendiri, ditambah dengan dukungan kuat dari akar rumput selama ini PDIP percaya diri maju sendiri.

Namun pasca hasil pilpres 2024 yang di Jateng dimenangkan oleh Prabowo yang menggandeng Gibran (Walikota Sueakarta yang juga anggota PDIP dan putera Presiden Jokowi) berdampak pada menurunnya rasa percaya diri sebagian kader PDIP.

"Apakah mereka masih kuat maju sendiri tanpa berkoalisi dengan partai lain?," ujar Adib.

"Kalau pun PDIP merasa perlu berkoalisi kira-kira dengan siapa PDIP akan berkoalisi? Peluang itu ada pada PKB (KH Yusuf Chudlori atau kader PKB lain) atau PPP (Gus Yasin atau kader PPP lain). Baik PKB atau PPP sama-sama berpeluang digandeng PDIP sehingga ada peluang koalisi kolaborasi pasangan Nasionalis - Religius," beber Adib Lagi.

KH Yusuf Chudlori (ketua DPW PKB Jateng) dalam sejumlah kesempatan sudah didorong maju oleh kader-kader PKB. Sebagai partai pemenang kedua di Jawa Tengah PKB tentu tidak akan menyia-nyiakan peluang untuk maju sebagai cagub atau cawagub.

Opsi menjadi cagub tentu besar tinggal menggandeng partai lain, misalnya, partai Nadem atau PKS yang kemarin sudah terbukti solid mengusung Capres Anies - Muhaimin.

Sosok Gus Yusuf sebagai representasi kalangan santri yang religius sangat besar diusung oleh PKB yang memiliki basis kuat di kalangan umat Islam tradisionalis (NU) tinggal mencari tambahan suara dari kalangan Nasionalis atau kaum profesional yang mempunyai jaringan massa kuat bisa dari kader partai atau non partai.

Selain Gus Yusuf ada sejumlah kader PKB yang juga dapat diusung sebagai cagub atau cawagub yaitu Ariaf Rahman (Bupati Blora). Walau opsi utama masih ada pada Gus Yusuf.

Adapun peluang Sudaryono (Ketua Partai Gerindra Jawa Tengah) yang sudah mendapatkan dukungan dari para tokoh Gerindra agar maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah juga terbuka karena Gerindra mempunyai kursi yang signifikan di DPRD Jawa Tengah namun belum bisa mengusung sendiri sehingga harus tetap berkoalisi dengan partai lain.

Apabila merunut peta koalisi Pilpres 2024, Prabowo menyebut koalisi yang dia bangun adalah koalisi strategis tidak hanya di pusat tetapi juga akan berlanjut di daerah maka Gerindra harus berupaya tetap untuk bisa mendapat dukungan Golkar, PAN dan Demokrat.

Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner Resmi Berlabuh ke Cerezo Osaka di J-League 2024

Jika koalisi ini berlanjut di Pilkada maka dapat mengusung Sudaryono dengan kader Golkar seperti Panggah (ketua Golkar Jateng), Dico Ganinduto (Bupati Kendal) atau Juliatmono.

Dengan catatan mampu meyakinkan PAN dan Demokrat untuk tetap gabung koalisi pro pemerintahan ini mengingat mereka akan berjuang agar visi misi dan program Prabowo - Gibran bisa dijalankan hingga tingkat daerah dan itu niscaya bagi mereka untuk solid merebut posisi kepala daerah.

Terkait peluang Kaesang Pangarep, secara formal dia ketua umum DPP PSI, dengan perolehan suara PSI di Jateng yang masih kecil tentu berat bagi dia untuk maju sebagai calon gubernur, namun jika mau dipaksakan tetap maju karena peran bapaknya, maka kemungkinan besar akan melalui jalur partai2 koalisi pengusung Prabowo-Gibran, kalau ini terjadi maka Gerindra harus melepas Sudaryono dan Golkar juga melepas kadernya sendiri seperti Panggah, Dico atau Juliatmono.

"Atau bisa juga Kaesang dipasangkan dengan kader Gerindra (Sudaryono) atau dengan kader Golkar (Dico atau yang lain)," ungkap Adib.

Selain nama-nama tokoh elit partai, sebenarnya di jateng ini ada sejumlah nama tokoh yang mempunyai peluang untuk diusung sebagai calon gubernur seperti Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Nama ini sangat populer dan memiliki banyak pendukung. namun karena yang bersangkutan bukan pimpinan partai untuk bisa diusung harus mendapat dukungan dari partai politik, itupun jika pak Luthfi benar2 mau maju, saya sendiri belum yakin beliau mau maju walau dukungan masyarakat terhadap beliau saya lihat sangat besar.

Tokoh lain non partai yang juga layak diusung maju adalah Gus Rozin, ketua PWNU Jateng yang baru terpilih di Konferwil awal Maret 2024.

"Gus Rozin dikenal dekat dengan berbagai kalangan termasuk dengan Presiden Jokowi," ujar Adib.

Sebagai mantan ketua RMI PBNU beliau juga sangat populer di kalangan pesantren. Karena itu perluang beliau bsebagai pemimpin ormas Islam terbesar di Jawa Tengah untuk maju sebagai caloon Gubenur juga sangat besar.

"Lewat partai apa? Bisa saja melalui jalur PKB sebagai partai politik yang didirikan oleh NU atau melalui jalur partai lain yang berminat mengusung beliau," ungkap Adib.

Secara kapasitas dan jam terbang, Gus Rozin sudah sangat pantas diusung sebagai cagub, cuma masalahnya apakah beliau mau diajukan sebagai calon Gubernur Jawa Tengah? Termasuk nama tokoh non partai yang layak diusung adalah Dr. Abdul Kholik, MH, anggota DPD RI.

Tokoh muda ini terbukti sukses dua kali dalam pemilihan anggota DPD RI yaitu hasil pemilu 2019 dan pemilu 2024 yang berdasarkan hasil penghitungan sementara unggul masuk tiga besar. Tokoh yang asli Cilacap ini juga dikenal dekat dengan berbagai kalangan sehingga perolehan suaranya cukup siginifikan nembus 2 juta pemilih tentu angka yang lumayan besar.

Pemikirannya soal pembangunan Jawa Tengah juga luar biasa misalnya bagaimana meningkatkan pembangunan di kawasan Jateng selatan. Kemudian terkait dengan penanganan rob dan abrasi serta pemberdayaan pertanian di kalangan anak muda dengan teknologi tepat guna.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2024 di Kota Semarang: Imsak, Buka Puasa, dan Waktu Sholat Magrib, Selasa 12 Maret Lengkap Doa Sahur dan Berbuka

Berikut Hasil Polling Bakal Calon Gubernur Jateng

1. Irjen Pol Drs. Ahmad Luthfi, SH. (Kapolda Jateng) 20255 Suara 40.7%

2. Sudaryono, MM, MBA. (Ketua DPW Partai Gerindra) 12503 Suara 25.1%

3 Ir. Bambang Wuryanto, MBA. (Ketua DPD PDI P) 5576 Suara 11.2%

4. H M Luqman Hakim Al Jambi (Anggota DPR RI) 4219 Suara 8.5%

5 Dr. H. Hendrar Prihadi (Mantan Walikota Semarang) 2602 Suara 5.2%

6. H. Yaqut Choliel Qoumas (Menteri Agama) 1096 Suara 2.2%

7. KH. Yusuf Chudlori (Ketua DPW PKB Jateng)1047 Suara 2.1%

8. H. Masruhan Samsurie (Ketua DPW PPP Jateng) 381 Suara 0.8%

9. Dr. Abdul Kholik SH, MSi (Anggota DPD RI) 363 Suara 0.7%

10. H. Marwan Ja'far (Anggota DPR RI) 297 Suara 0.6%

11. Drs Juliyatmono, MH (Mantan Bupati Karanganyar) 177 Suara 0.4%

12. Rinto Subekti M.M (Ketua Partai Demokrat Jateng) 160 Suara 0.3%

13. Prof Dr. Muhsin Jamil, M.Ag. (UIN Walisongo) 142 Suara 0.3%

14. Dico Ganinduto, B.Sc. (Bupati Kendal) 120 Suara 0.2%

15. H. Fuad Hidayat (Anggota DPRD Jateng) 101 Suara 0.2%

16. M. Mahbub Zaky (Pengusaha) 85 Suara 0.2%

17. ⁠H. Sholahuddin Ali (Ketua PW GP Ansor Jateng) 84 Suara 0.2%

18. H Nusron Wahid SE (Anggota DPR RI) 70 Suara 0.1%

19. Ir. Panggah Susanto, MM (Ketua Golkar Jawa Tengah) 63 Suara 0.1%

20. Gus Rozin (Ketua PWNU Jateng) 50 Suara 0.1%

21. Alamuddin Dimyati Rois (Anggota DPR RI) 49 Suara 0.1%

22. Drs. H. Muhammad Muzammil (Ketua PWNU Jateng) 48 Suara 0.1%

23. Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. (Wakil Ketua PWNU) 40 Suara 0.1%

24. H. Tatto Suwarto Pamuji (Mantan Bupati Cilacap) 39 Suara 0.1%

25. Dr. H. Hasyim As'ari (Ketua KPU RI) 33 Suara 0.1%

26. H. Arif Sugianto, SH. (Bupati Kebumen) 32 Suara 0.1%

27. M. Chamim Irfani (Anggota DPRD Jateng) 31 Suara 0.1%

28. Dr. H. Musthofa SE, MM (mantan Bupati Kudus) 27 Suara 0.1%

29. ⁠H. Abdul Kadir Karding (Anggota DPR RI) 26 Suara 0.1%

30. Sri Sumarni (Bupati Grobogan) 18 Suara 0.0%

Total: 49734 suara

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.