UPDATE Gempa Sukabumi Hari Ini, Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Kabupaten Sukabumi, Getaran Terasa hingga Cianjur

AKURAT.Co, UPDATE Gempa Sukabumi Hari Ini, Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Kabupaten Sukabumi, Getaran Terasa hingga Cianjur
Pada Hari Kamis, 8 Februari 2024 pukul 01:31:03 WIB, wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik.
Episenter gempa terdeteksi berada pada koordinat 7.64 LS dan 106.91 BT, tepatnya terletak di laut dengan jarak sekitar 80 km Barat Daya Kota Sukabumi dan kedalaman 29 km.
Baca Juga: Memperingati Tragedi Gempa Haiti: Sejarah Pahit yang Menginspirasi Mitigasi Bencana
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini tergolong sebagai jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Bawah Laut.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang, Hartanto, menginformasikan bahwa hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 4,5.
Dampak dari gempa bumi ini tercermin melalui peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG serta laporan yang diterima dari masyarakat setempat.
Guncangan gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa bumi tersebut.
Hingga pukul 01:55 WIB, hasil pemantauan BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Hartanto menekankan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti, namun dengan meningkatnya teknologi pemantauan dan analisis seismik, BMKG terus berupaya untuk memberikan informasi yang akurat dan cepat terkait gempa bumi guna meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi risiko di wilayah yang rawan gempa seperti Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan mempersiapkan diri dengan langkah-langkah mitigasi risiko yang sesuai guna menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang.
Gempa bumi adalah fenomena alam yang seringkali tidak terduga dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan terhadap kehidupan dan infrastruktur.
Untuk mengukur kekuatan gempa bumi, digunakan berbagai skala yang memberikan gambaran tentang seberapa kuat gempa tersebut.
Berikut adalah gambaran tentang skala kekuatan gempa dari level terendah hingga tertinggi berdasarkan Skala Mercalli Modifikasi (MMI)
Skala Mercalli Modifikasi (MMI) adalah skala intensitas yang mengukur dampak gempa bumi terhadap manusia, struktur bangunan, dan lingkungan.
Skala MMI terdiri dari tingkat I hingga XII, dengan tingkat I menggambarkan getaran yang hampir tidak terasa oleh manusia, sementara tingkat XII menggambarkan kerusakan total struktur bangunan.
1. Tingkat I (I - Not Felt)
Tingkat I pada skala MMI menggambarkan gempa bumi yang hampir tidak terasa oleh manusia. Guncangan gempa pada tingkat ini hanya bisa dideteksi oleh instrumen seismik dan tidak dirasakan oleh orang-orang.
2. Tingkat II (II - Weak)
Pada tingkat II, getaran gempa bumi terasa sangat lemah dan hanya sedikit dirasakan oleh beberapa orang di dalam gedung atau di luar ruangan. Benda-benda yang digantung mungkin bergoyang sedikit.
3. Tingkat III (III - Weak)
Tingkat III menandakan getaran gempa yang terasa oleh beberapa orang dalam ruangan, terutama di lantai atas bangunan tinggi. Namun, guncangan ini masih dianggap lemah dan tidak menyebabkan kerusakan.
4. Tingkat IV (IV - Light)
Pada tingkat IV, getaran gempa mulai terasa lebih jelas oleh banyak orang di dalam ruangan. Benda-benda ringan seperti kaca atau piring mungkin bergoyang, tetapi kerusakan masih sangat minimal.
5. Tingkat V (V - Moderate)
Tingkat V menunjukkan getaran gempa yang cukup kuat dan dapat dirasakan oleh sebagian besar orang di dalam ruangan. Pada tingkat ini, benda-benda ringan mungkin bergoyang secara signifikan, dan beberapa orang mungkin merasa khawatir.
6. Tingkat VI (VI - Strong)
Getaran gempa pada tingkat VI terasa sangat kuat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bangunan-bangunan mungkin mengalami getaran yang signifikan, dan beberapa orang mungkin kesulitan berdiri tegak.
7. Tingkat VII (VII - Very Strong)
Tingkat VII menunjukkan guncangan gempa yang sangat kuat dan mampu menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan-bangunan. Orang-orang mungkin kesulitan berjalan tegak, dan benda-benda berat bisa bergoyang atau bergeser.
8. Tingkat VIII (VIII - Severe)
Pada tingkat VIII, getaran gempa sangat kuat dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada bangunan-bangunan, terutama yang terbuat dari bahan bangunan yang kurang kuat. Orang-orang mungkin panik dan mencari perlindungan.
9. Tingkat IX (IX - Violent)
Tingkat IX menandakan gempa bumi yang sangat merusak, dengan kerusakan parah pada banyak bangunan. Bangunan-bangunan yang kuat mungkin rusak, dan orang-orang mungkin mengalami kesulitan untuk berdiri tegak.
10. Tingkat X (X - Extreme)
Getaran gempa pada tingkat X adalah sangat ekstrem, menyebabkan kerusakan parah pada hampir semua bangunan. Banyak bangunan mungkin runtuh, dan orang-orang mungkin mengalami kesulitan untuk bergerak atau menyelamatkan diri.
11. Tingkat XI (XI - Catastrophic)
Pada tingkat XI, kerusakan sangat luas dan parah, dengan banyak bangunan hancur atau runtuh sepenuhnya. Pemandangan di sekitar mungkin sangat terdistorsi, dan ada risiko besar terhadap kehidupan manusia.
12. Tingkat XII (XII - Total Destruction)
Tingkat XII menandakan kerusakan total atau runtuhnya semua bangunan. Lanskap mungkin mengalami perubahan drastis, dan korban jiwa mungkin sangat tinggi. Guncangan gempa pada tingkat ini adalah bencana alam yang sangat mematikan dan menghancurkan.
Setiap tingkat pada Skala MMI memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa kuat gempa bumi dan seberapa besar dampaknya terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





