Angkat Budaya Jateng, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi USM Gelar 9th Festival Komukino 2024

AKURAT.CO, Mahasiswa Program Studi S1-Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menggelar 9th Festival Komunikasi dan Inovasi (Komukino) 2024 dengan tema "Jateng Gemes" yang berlangsung di Auditorium Ir. Widjatmoko dan Auditorium Prof. Muladi USM pada Kamis (11/1/2024).
Kegiatan tersebut dibuka dengan pemukulan gong secara simbolik oleh Rektor USM, Dr. Supari, S.T.,M.T., didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R. Wing Wiyarso Poespojoedho, S.Sos.,M.Si.
Kegiatan dihadiri Dekan FTIK USM, Prind Triajeng Pungkasanti, S.Kom, M.Kom., Wakil Dekan I FTIK USM, Fajriannoor Fanani, S.Sos, M.I.Kom., Wakil Dekan II FTIK USM, April Firman Daru, S.Kom,M.Kom., Kaprodi S1-Sistem Informasi, Nurtriana Hidayati, S.Kom, M.Kom., dan Kaprodi S1-Teknik Informatika, Khoirudin, S.Kom, M.Eng.
Selain itu juga Kaprodi S1-Ilmu Komunikasi, Edi Nurwahyu Julianto, S.Sos, M.I.Kom., Sekretaris Program Studi S1-Pariwisata, Desika Nur Jannah, S.Pd., M.MPar., serta para dosen FTIK USM.
Ketua Panitia, Anggita Cindy mengatakan, Festival Komukino merupakan acara tahunan implementasi dari mata kuliah komunikasi pemasaran yang memberikan manfaat serta pembelajaran mendalam bagi mahasiswa.
''Festival Komukino ini menampilkan rangkaian budaya yang dipadukan dengan inovasi mulai dari kesenian sampai kuliner. Kegiatan ini juga merupakan ajang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan mata kuliah agar memberikan manfaat pada masyarakat. Dengan mengusung tema Jateng Gemes, dapat membangun dan menguatkan rasa cinta terhadap budaya warisan nenek moyang,'' katanya.
Dalam kegiatan yang digelar selama satu hari itu menampilkan ragam kuliner dari 6 karisidenan di Jawa Tengah yakni Karisidenan Kedu, Karisidenan Banyumas, Karisidenan Semarang, Karisidenan Pekalongan, Karisidenan Pati, dan Karisidenan Surakarta.
Adapun festival budaya dolanan, batik, aksara Jawa, talkshow bersama konten kreator Semarang yaitu Mbak Yu Berkebaya, kompetisi menyanyi, kompetisi tari, penampilan beberapa komunitas dan Komukino Award dengan tiga nominator utama yaitu Teater Sandilarak, Tari Gedruk, serta Kentrung Ken Palman, dan diakhiri oleh performance dari Tasya Ivanka.
''Sebagai generasi muda tentu bangga karena tidak hanya perkataan saja namun dibuktikan membuat event budaya berkolaborasi dengan komunitas se-Jateng. Melalui festival ini, generasi muda dapat mencintai, melestarikan budaya, bersama-sama berusaha memberikan dampak yang berkelanjutan serta menginspirasi mereka menjadi pewaris legasi budaya,'' ujar Anggita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





