Libur Nataru, Rahmulyo Minta Mbak Ita dan Jajaran Pemkot Semarang Optimalkan Potensi Wisata

AKURAT.CO, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti belum optimalnya potensi dari beberapa objek wisata unggulan di Kota Semarang, salah satunya Museum Kotalama yang berada dilahan Eks Taman Air Mancur Bubakan Semarang sehingga bisa menarik lebih banyak pengunjung.
Apalagi saat musim libur Natal dan Tahun Baru, padahal, sempat saat dibuka untuk umum pada awal tahun 2021 lalu, Museum Kotalama menjadi magnet kunjungan di Kota Semarang.
Karena di museum Kotalama tersebut pengunjung bisa belajar sejarah kota Semarang mulai tahun 1547 saat kota Semarang berdiri.
Baca Juga: Iswar Aminuddin; Realisasi Penerimaan PBB Kota Semarang Capai 101,53 Persen
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo menjelaskan, seharusnya keberadaan Museum Kotalama sangat bermanfaat bagi masyarakat dan harus dikelola dengan optimal.
"Pengetahuan sejarah Kota Semarang ini penting apalagi dilengkapi dengan teknologi imersif, pengunjung dapat masuk ke dunia nyata dan digital serta merasakan langsung sejarah kota Semarang. Cukup menarik minat masyarakat atau wisatawan yang ingin mengetahui sejarah terkait perkembangan kota Semarang, sehingga Pemkot Semarang bisa diangkat lagi potensi ini," ujarnya, Sabtu (23/12/2023).
Selain itu, Pemerintah Kota Semarang, lanjut dia, untuk lebih komprehensif mengangkat semua potensi destinasi wisata yang ada. Termasuk, tidak egosentris atau hanya mementingkan yang ada dalam programnya masing-masing.
Padahal, jika sebuah bangunan atau tempat wisata sudah berdiri seharusnya ada anggaran perawatannya.
"Dimantainance, itu penting agar menarik kunjungan wisatawan jangan sampai keberadaan dan fungsinya seolah menjadi tidak jelas," imbuhnya.
"Bangunannya sudah ada, diisi, dibagusin dan dirawat. Nantinya, juga menjadi retribusi pemasukan pendapatan bagi Pemkot Semarang," sambungnya.
Menurutnya, museum yang sempat dibuka untuk umum dan menjadi daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Kota Semarang penting dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
Baca Juga: Gereja-Gereja Unik di Indonesia: Menelusuri Keajaiban Arsitektur dan Keindahan Spiritual (Bagian 1)
"Dianggarkan untuk perawatan dan mantainance, jangan stagnan begitu saja, harus melanjutkan," katanya.
Sama halnya, dengan wisata lainnya, Kawasan Kotalama dan Taman Lele yang saat ini sudah bagus, tentu harus dianggarkan perawatannya agar lebih indah dan nyaman.
"Potensi yang ada dioptimalkan, apalagi Libur Natal dan Tahun Baru wisata di Kota Semarang diharapkan Pemkot Semarang berbenah agar menjadi jujugan wisatawan dari luar Semarang. Seperti yang saat ini terlihat yang gencar mempercantik wajah kotanya, misalnya aspal jalan yang makin mulus, dan penataan kota menjadi bersih serta perbaikan drainase atau gorong-gorong juga massif dilakukan," pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








