Jateng

Momen Haru PSIS Semarang: Mengunjungi Edy Paryono, Arsitek Kemenangan Masa Lalu, Berikut Profil Sang Legenda

Afri Rismoko | 21 November 2023, 11:40 WIB
Momen Haru PSIS Semarang: Mengunjungi Edy Paryono, Arsitek Kemenangan Masa Lalu, Berikut Profil Sang Legenda

AKURAT.CO, Perwakilan PSIS Semarang menjenguk mantan pelatih yang pernah membawa Laskar Mahesa Jenar juara Liga Indonesia tahun 1999, Edy Paryono.

Edy Paryono saat ini tengah terbaring sakit dan dirawat di RSUD Tugurejo. PSIS diwakili oleh pelatih kiper, I Komang Putra yang menjadi anak asuh Edy Paryono saat juara Liga Indonesia tahun 1999 dan kapten tim, Septian David Maulana datang ke RSUD Tugurejo pada Selasa (21/11).

Anak sulung Edy Paryono, Yan Pribadi mengatakan memohon doa kepada sang ayah supaya dapat beraktifitas seperti semula.

Baca Juga: Shin Tae-yong Optimis: Timnas Indonesia Targetkan Kemenangan atas Filipina

“Terima kasih rekan-rekan PSIS yang sudah menjenguk dan memberi doa. Atas nama keluarga, saya memohon maaf apabila Bapak ada kesalahan dan mohon doanya supaya Bapak segera diberi kesembuhan,” ujar Yan Pribadi.

Sedangkan I Komang Putra sebagai mantan anak asuh Edy Paryono juga mengatakan hal yang sama. Mantan kiper Timnas Indonesia ini berharap Edy Paryono segera diberi kesembuhan.

“Pak Edy sosok yang baik dan semoga Pak Edy lekas sembuh,” kata I Komang Putra.

Baca Juga: Semarang Barat Meriah dengan Turnamen Sepak Bola Danramil Cup 2023, Diikuti 16 Kelurahan

Sementara, CEO PSIS Yoyok Sukawi yang tidak bisa mengunjungi langsung ke RSUD Tugurejo menitip pesan dan mengirim doa yang baik juga untuk kesembuhan Edy Paryono.

“Pak Edy cepat sembuh ya, semoga lekas sehat, lekas pulih dan kembali ke lapangan untuk mencetak pemain-pemain hebat lagi dari Kota Semarang. Mohon maaf belum bisa ke sana secara langsung namun InsyaAllah doa kami keluarga besar PSIS akan selalu menyertai,” tutur Yoyok Sukawi.

Profil Singkat

Edy Paryono adalah sosok penting dalam sepak bola Indonesia, terutama dikenal karena kesuksesannya sebagai pelatih. Pria kelahiran 14 Juli 1954 ini telah memberikan kontribusi besar terhadap olahraga ini dalam berbagai kapasitas.

Khususnya, ia menjabat sebagai pelatih kepala Persik Kediri pada 16 Juli hingga 11 September 2009.

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai asisten pelatih timnas Indonesia pada masa kepemimpinan Ivan Kolev dan Peter Withe. Karier kepelatihannya meliputi tugas bersama PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, dan Persipur Purwodadi .

Salah satu prestasi Edy Paryono yang paling luar biasa dicapai bersama PSIS Semarang, di mana ia memimpin tim tersebut menjuarai Liga Indonesia pada tahun 1999.

Prestasi ini mengukuhkannya sebagai pelatih terkemuka di sepak bola Indonesia, sehingga membuatnya mendapatkan pengakuan dan rasa hormat yang luas .

Kesuksesannya bersama PSIS Semarang sangat berkesan mengingat konteks musim 1998/1999 yang penuh tantangan, yang terjadi di tengah periode ketidakstabilan politik dan keamanan yang signifikan di Indonesia .

Selain prestasi profesionalnya, Edy Paryono juga dikenal karena asal usulnya di Semarang, yang mencerminkan hubungan lokal yang kuat dengan wilayah tersebut dan budaya sepak bolanya.

Ia sering disebut-sebut sama dengan Sartono Anwar, pelatih lokal sukses lainnya dari Semarang, yang sebelumnya memimpin Mahesa Jenar (PSIS Semarang) meraih trofi Perserikatan pertama mereka pada tahun 1987.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A