FT Unwahas Jalin Kerjasama Dengan BRIN Untuk Penelitian di Bidang Energi

AKURAT.CO, Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim (FT-Unwahas) bekerjasama dengan Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rabu (15/11/2023).
Penandatanganan kerjasama ini di saksikan oleh Rektor Unwahas Prof. Dr. K.H. Mudzakir Ali, MA. dan Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur Dr. Haznan Abimanyu Dip. Ing Dalam sambutannya Dr. Haznan mengatakan banyak riset yang ada di BRIN yang bisa dilakukan bersama.
Melalui program Program Degree by Research DBR atau Bantuan Riset Tugas Akhir (Barista). Program DBR menawarkan pendidikan S2 dan S3 dengan masa belajar maksimal 4 semester untuk S2 dan 6 semester untuk S3.
Masa studi yang ditetapkan akan menjadi acuan dalam pembayaran biaya akademis yang akan diberikan. Riset-riset tersebut akan menjadi peluang bagi dosen dan mahasiswa Unwahas jika mendapatkan dana dari pemerintah yang disalurkan lewat BRIN.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Unwahas menyampikan bahwa SDM pilar utama dalam kualitas perguruan tinggi. Maka Prof. Mudzakir memerintahkan kepada seluruh dosen untuk memanfaatkan peluang yang diberikan BRIN.
"Kami akan selalu mendukung inovasi dosen melalui penelitian apalagi berkolaborasi dengan BRIN, karena badan ini memang dibentuk negara untuk pengembangan dan inovasi disegala bidang," ujar Prof Mudzakir.
Naskah kerjasama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik Unwahas. Dr. Sri Mulyo Bondan Respati, ST. MT dan Nugroho Adi Sasongko, Ph.D., IPU (Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, BRIN).
Acara tersebut dilanjutkan dengan Kuliah Umum dengan judul “Current Trend in Sustainable Process Technologies and Industries”.
Pemberi materi adalah Nugroho Adi Sasongko, Ph.D., IPU (Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup, BRIN). Kuliah umum ini dihadiri oleh dosen-dosen dari Fakultas Teknik Unwahas dan Mahasiswa Fakultas Teknik Unwahas.
Pemateri memberikan wawasan proses teknologi dan industri yang berkelanjutan mengarah pada pengurangan karbondioksida (CO2).
"Karbondioksida ini banyak dihasilkan oleh kendaraan ataupun mesin-pesin industri yang mengunakan bahan bakar minyak," ujar Nugroho Adi.
Beberapa negara maju sudah berupaya mengurangi karbonioksida dengan mengganti bahan bakar minyak dengan baterai sebagai contoh penggunaan kendaraan listrik yang meningkat dan dapat mengurangi karbondioksida lebih dari 50 persen. Akan tetapi pengunaan kendaraan listrik ini menimbulkan masalah baru yaitu tercermarnya air didunia dengan racun.
"Racun ini didapatkan dari limbah baterai yang sudah tidak digunakan. Hal inilah yang menjadi pekerjaan kita semua untuk mengatasi hal ini," tutupnya.
Banyak pekerjaan dari para peneliti baik dari BRIN maupun Universitas Wahid Hasyim yang dapat dikerjasamakan untuk mencarikan solusi dari permasalahan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 7Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 8UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin
- 9F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 10UPDATE! Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia di Puncak, Indonesia Punya Misi Geser Harimau Malaya








