Jateng

Ini Alasan Pesisir Demak Tidak Bisa Ditanami Terumbu Karang

Theo Adi Pratama | 8 Oktober 2023, 18:05 WIB
Ini Alasan Pesisir Demak Tidak Bisa Ditanami Terumbu Karang

AKURAT.CO DEMAK - Terumbu karang selain memiliki fungsi ekologis tempat biota laut untuk berpijah, juga memiliki fungsi menjaga keseimbangan pantai sebagai pemecah ombak alami.

Untuk menjaga ekosistem laut, beberapa wilayah menerapkan penanaman terumbu karang, seperti halnya yang pernah dilakukan di Pantai Senggigi, Lombok Barat.

Baca Juga: Tampil Nyentrik, Demak Expo 2023 jadi Ajang Edukasi Perikanan

Namun rupanya-rupanya tidak semua pesisir bisa ditanami terumbu karang meski secara fungsi bisa mengembalikan ekosistem laut.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Sulchan menerangkan, terdapat kriteria khusus pesisir yang bisa ditanami terumbu karang.

Baca Juga: Dinlutkan Akan Bantu Pembudidaya Ikan Air Tawar Jika Kesulitan Air

Kata dia, terumbu karang mempunyai faktor pembatas antara kualitas air, suhu dan penyinarannya.
 
"Di Demak kebetulan ada sedimen erosi , sehingga sedimen itu menutup kecerahan yang kemudian cahayanya tidak bisa masuk sehingga karang transplantasi tidak bisa hidup," katanya.

Baca Juga: Dinlutkan Pamerkan Potensi Lokal Garam Demak

Sulchan menjelaskan, bahwa terumbu karang biasanya hidup di pantai yang berpasir, sedangkan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah pasirnya masih bercampur lumpur.

"Karena karang biasanya hidup di pantai yang berpasir yang tidak berlumpur. Sedangkan di demak pada umumnya lumpur," jelasnya.

Baca Juga: Relawan Bolone Mase Tegal Raya Pelatihan Digital Marketing

Jika berbicara mengenai pesisir, lanjut dia, dari laut setelah karang ada padang lamun lalu mangrove, ini adalah sebuah pelindung pantai alami.

"Namun biasa banyak manusia yang merusak lalu mengkambing hitamkan alam," tukasnya Kabid Perikanan Tangkap dan Kelautan Dinlutkan Demak, Sulchan. (ADV/Pemkab Demak) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.