Tim Kemendag RI Kunjungi Poktan Dadi Mulyo Dempet Demak, Pantau Komoditas Bawang

AKURAT.CO DEMAK, Salah satu komoditas pertanian yang menjadi andalan Demak adalah bawang merah, dan salah satu kecamatan yang menjadi penghasil bawang merah terbesar adalah Kecamatan Dempet.
Karena potensi inilah Tim dari Direktorat Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan melakukan kunjungan di Poktan Dadi Mulyo Desa Dempet Kecamatan Dempet Kabupaten Demak.
Baca Juga: Ratusan Petani di Kabupaten Demak Mendapatkan Pembinaan Agar Tetap Memajukan Pertanian
Tim ini sendiri didampingi Heri Wuryanta, STP, MP. selaku Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Hendri Kurniawan, A.Md. selaku Koordinator PPL Kecamatan Dempet, yang berlangsung di rumah Rosyidi ketua Poktan Dadi Mulyo.
Pemilihan Poktan Dadi Mulyo ini sendiri dikarenakan kelompok tani yang ada di Desa Dempet Kecamatan Dempet Kabupaten Demak ini memiliki potensi sangat besar dibidang pertanian terutama di Komoditas bawang merah.
Baca Juga: Trending, Nasabah Pinjol Adakami Bunuh Diri Karena Teror dari DC Aplikasi
Menurut Heri, Kunjungan Tim dari Direktorat Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan ke Poktan Dadi Mulyo bertujuan mendapatkan informasi serta permasalahan yang ada pada Komoditas bawang merah.
Ditambahkan oleh Kartika Dewi NH, S.P., MM. selaku Sub Koordinator Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Demak, bahwa pada tahun 2022 Produksi bawang merah di Kecamatan Dempet sekitar 6.024 Ton, angka tersebut merupakan produksi terbesar nomor tiga di Kabupaten Demak setelah Mijen dan Karanganyar.
Baca Juga: Kesan Wisudawan XXXII Setia WS, Sekolah Kecil Tapi Potensi Luar Biasa
Sementara itu Bagus Jaelani Wahyudi dari Direktorat Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting mengatakan, kunjungan mereka ke sentra bawang merah ini untuk mendapatkan dan menggali lebih informasi terkait potensi pemasaran penjualan serta permasalahan yang ada pada Komoditas bawang merah di Demak.
Menurut Rosyidi, permasalahan para petani adalah saat panen raya tiba, dimana harga panen bawang merah akan terjun bebas bahkan bisa dibawah BEP.
Baca Juga: Disdamkar Tak Tentukan Batas Waktu Proses Pendinginan Kebakaran TPA Jatibarang
Bukan itu saja, petani juga mengalami kesulitan menemukan pupuk subsidi saat dibutuhkan petani.
Untuk itu melalui dialog tersebut pihaknya berharap Tim dari Direktorat Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan bisa membantu memecahkan masalah para petani.
Yaitu dengan membuat trobosan agar ketika panen ada wadah besar yang bisa ekspor atau kerjasama dengan industri besar. (ADV/DEMAK)***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










