Jateng

Relawan PDIP Dirawat di Rumah Sakit, Mengaku Dianiaya Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang

Theo Adi Pratama | 9 September 2023, 13:30 WIB
Relawan PDIP Dirawat di Rumah Sakit, Mengaku Dianiaya Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang

AKURAT.CO SEMARANG - Seorang relawan PDI Perjuangan Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara masuk ruang perawatan RS Pantiwilasa akibat diduga dihajar oleh Anggota DPRD Kota Semarang.

Relawan bernama Suparjianto itu diduga dihajar anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang berinisial JS pada Jum'at malam (8/9/2023).

Baca Juga: Bos PSIS Bangga 2 Beknya Jadi Andalan Timnas

Dugaan pemukulan itu diduga karena JS tersinggung dengan Suparjianto yang memasang alat peraga kampanye PDIP di wilayahnya.

Pemasangan alat peraga kampange tersebut memang perintah dari petinggi DPC PDIP Kota Semarang.

Baca Juga: Mengunjungi Tegal Jangan Lupa Buat Berwisata ke Curug Pengantin Bumijawa

"Kader partai dan relawan diperintahkan untuk memasang bendera di wilayah masing-masing," ujar Komandan Bintang 2 PDIP Wilayah Semarang Utara Didiek Sugeng pada Sabtu (9/9/2023).

JS sendiri telah membantah tuduhan pemukulan tersebut meskipun video dugaan pemukulan terlanjur viral.

JS menyatakan dirinya bahkan tidak menyentuh Suparjianto, apalagi memulukul dan menganiayanya.

Baca Juga: Sakit Kepala Bisa Sangat Mengganggu, Berikut 4 Tips Mengatasinya

“Penganiayaan bagaimana, wong nyentuh saja tidak,” tandas JS.

JS juga siap jika dirinya dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Namun jika terbukti JS tidak bersalah, dirinya akan melapor pihak-pihak yang melontarkan tuduhan dengan delik pencemaran nama baik.

"Saya juga akan lapor pencemaran nama baik,” pungkas JS.

Awal mula kejadian berawal saat Suparjianto pulang kerja dan langsung membantu rekan-rekannya memasang bendera PDI Perjuangan di wilayah Bandrarharjo.

“Karena saya juga relawan PDI Perjuangan, melihat teman-teman memasang bendera ya saya ikut memasang,” ujar Suparjiyanto.

Baca Juga: Obyek Wisata Air Curug Sewu, Salah Satu Tempat Wisata Favorit di Kendal

Setelah selesai memasang, sekira pukul 21.30 WIB, tiba-tiba JS masuk rumah tanpa permisi sambil marah-marah dan teriak-teriak.

“Dewan itu datang sambil teriak-teriak kowe gak ngajeni aku (kamu tidak menghargai saya) sambil memukul saya,” tambahnya.

Menurut Suparjiyanto, JS juga sempat menanyakan siapa yang menyuruh memasang bendera hingga ke wilayahnya JS.

“Kalau ada dewan seperti itu dewan macam apa, apapun prosesnya saya tidak terima, kalau saya malu jadi dewan seperti itu,” pungkas Suparjiyanto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.