Jateng

Klenteng Tay Kak Sie, Salah Satu Klenteng Terbesar di Kota Semarang dengan Ornamen yang Indah

Theo Adi P | 18 Maret 2023, 13:30 WIB
Klenteng Tay Kak Sie, Salah Satu Klenteng Terbesar di Kota Semarang dengan Ornamen yang Indah

AKURAT.CO  Semarang - Semarang termasuk salah satu kota yang masih kuat akan kulturasi dari Tionghoa, karena di Semarang terdapat daerah Pecinan yang dari dulu sampai sekarang masih terbilang ramai sekali.

Berbicara soal pecinan di Semarang, pastinya ada satu klenteng yang sebenarnya termasuk klenteng terbesar yang ada di kota Semarang dan menjadi tempat penyembahan Dewa Dewi Tao dan Konfusius, yakni Klenteng Tay Kak Sie.

Lokasi Klenteng Tay Kak Sie ini ada di Gg. Lombok No.62, Kauman, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Seperti klenteng pada umumnya, Klenteng Tay Kak Sie ini ternyata sangat kaya akan banyak ornamen dan simbol-simbol yang sangat berkaitan erat dengan kepercayaan aliran Budha, Tao, dan Konfusianisme. 

Misalnya saja seperti atap klenteng itu sendiri yang berhiaskan sepasang naga sedang memperebutkan matahari. Naga yang dalam mitologi Tionghoa merupakan binatang yang memang melambangkan keadilan, kekuatan, dan penjaga barang-barang suci.

Di dekat Klenteng terdapat Pujasera yang mana merupakan pusat dari jajanan pecinan yang memang sudah sangat terkenal, dimana disana terdapat beberapa jajanan yang bisa dicoba seperti Lumpia Gang Lombok serta Mie Ayam dan Es Puter Gang Lombok.

Bahkan dilihat dari arsitektur, Klenteng ini merupakan klenteng yang paling bagus, baik itu ornamen maupun hiasan-hiasannya.

Jika kita bandingkan dengan klenteng lain yang berada di Semarang, konstruksi dari gaya Tiongkok memang sangat terlihat jelas pada bagian tiang penahan bangunan yang terbuat dari kayu berbentuk segitiga.

Oleh karena itu berkunjung ke Klenteng ini kita seperti masuk ke mesin waktu serta diajak kembali kepada masa lampau tentang awal-awal adanya klenteng dan daerah pecinan sekitarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Theo Adi P
T