Fondasi Belajar yang Kuat: Mengapa Sistem Sensori Harus Matang Sebelum Anak Mulai Belajar Menulis

JATENG.AKURAT.CO, Orang tua sering dihantui berbagai pertanyaan ketika melihat tumbuh kembang buah hati.
Kenapa belum lancar membaca, enggan menulis, sulit fokus, atau mudah meledak emosinya? Situasi ini kerap membuat ayah dan ibu merasa cemas, bahkan menyalahkan diri sendiri.
Padahal, di balik tantangan seperti anak sulit calistung, menolak belajar, atau terlihat tidak patuh, ada proses perkembangan yang jauh lebih mendasar.
Banyak kasus berakar pada kematangan sistem sensori dan kemampuan anak mengatur respons tubuhnya.
Jika fondasi ini belum kuat, tuntutan akademik sering terasa berat bagi si kecil.
Tiga Masalah Anak yang Paling Sering Muncul
Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini, Ester Terviana, memaparkan bahwa persoalan yang umum dikeluhkan keluarga biasanya terbagi dalam tiga kelompok besar.
1. Emosi
Ledakan perasaan sering menjadi tanda pertama. Misalnya mudah menangis, marah, berteriak, melempar barang, atau memukul.
Bagi orang dewasa, ini terlihat sebagai kenakalan. Namun bagi anak, itu adalah cara tubuh memberi sinyal bahwa ia sedang kewalahan.
2. Gerakan
Ada anak yang tampak tidak bisa diam, berlari ke sana kemari, atau justru terlihat kurang aktif. Keduanya menunjukkan proses pengaturan diri yang belum stabil.
Tubuh mereka sebenarnya sedang belajar mencari keseimbangan.
3. Kognitif dan Akademik
Bagian ini biasanya paling cepat memicu kekhawatiran. Mulai dari lambat memahami pelajaran hingga nilai yang belum memuaskan.
Fokus utama orang tua sering langsung tertuju pada hasil, bukan kesiapan dasarnya.
Anak Tidak Bisa Diam Bukan Berarti Nakal
Ketika seorang anak terus bergerak, banyak yang buru-buru memberi label negatif. Padahal bisa jadi ia sedang mencoba menata sistem tubuhnya agar siap menerima informasi.
Begitu pula saat menolak menulis. Kemungkinan besar otot dan kepekaan indera di tangannya memang belum matang.
Jika tantrum muncul saat belajar, itu sering berarti kapasitas emosinya sudah penuh.
Perilaku Anak Adalah Bahasa Perkembangan
Setiap respons yang terlihat sesungguhnya membawa pesan. Anak berbicara lewat tindakan karena belum mampu menjelaskan dengan kata-kata.
Memahami sudut pandang ini membantu orang tua berhenti menyalahkan, lalu mulai mencari kebutuhan yang belum terpenuhi.
Akar Anak Sulit Calistung: Sistem Sensori Belum Tertata
Fondasi belajar berawal dari bagaimana otak menerima dan mengolah rangsangan dari tubuh serta lingkungan. Bila proses ini belum rapi, membaca, menulis, dan berhitung menjadi tantangan besar.
Sering kali anak bukan malas atau kurang pintar. Mereka hanya belum siap.
Dengan dukungan yang tepat, kemampuan akademik biasanya akan mengikuti.
Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?
Langkah pertama adalah mengubah cara melihat perilaku. Alih-alih memaksa hasil, bantu anak memperkuat kesiapan tubuh dan emosinya.
Lingkungan yang tenang, rutinitas jelas, serta aktivitas yang merangsang motorik dan indera dapat membantu proses pematangan tersebut.
Jika diperlukan, konsultasi dengan profesional juga bisa memberi arah yang lebih spesifik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






