Jateng

Banjir Melanda Kaligawe Sejak Sabtu, Belum Ada Penanganan Berarti

Afri Rismoko | 13 Maret 2024, 11:26 WIB
Banjir Melanda Kaligawe Sejak Sabtu, Belum Ada Penanganan Berarti

AKURAT.CO, Banjir yang langganan melanda wilayah Genuk, sebuah wilayah di pantai utara (Pantura) Kota Semarangyang terkenal dengan aktivitas ekonominya yang ramai, kini tengah berjuang melawan musibah banjir yang telah melanda sejak Sabtu lalu.

Kejadian ini bukan hanya sekedar genangan air biasa, melainkan sebuah bencana yang telah mengganggu ribuan kehidupan, merendam rumah-rumah, dan menyebabkan kerusakan pada banyak kendaraan yang mogok karena terjebak dalam genangan air.

Teriakan para warga yang terdampak banjir di Genuk menggema, menuntut perhatian serta tindakan nyata dari pemerintah setempat.

Baca Juga: RESMI, Jadwal Pertandingan BRI Liga 1 Antara PSIS Semarang Vs PERSIS Ditunda, Berikut Penjelasan PT LIB

"Wis wayahe wong ngisor dadi Walikota," sebuah seruan simbolis yang menegaskan urgensi untuk kepemimpinan yang lebih responsif dan inklusif terhadap suara rakyat kecil yang terdampak langsung oleh bencana ini.

Peringatan dini yang telah disampaikan warga tentang risiko banjir akibat sungai yang hampir meluap tampaknya diabaikan. Kelalaian beberapa instansi dan dinas terkait dalam mengambil langkah preventif telah menjadikan situasi semakin parah.

Tidak adanya upaya normalisasi atau pengerukan sungai di sepanjang jalur Pantura Kaligawe menjadi salah satu penyebab utama banjir ini menjadi langganan setiap tahunnya.

Titik Kritis Banjir:

Beberapa area spesifik seperti Tikungan Kubro dan tikungan masuk ke Tol Kaligawe menjadi saksi betapa parahnya genangan air.

Luapan dari Anak Kali Sungai Tenggang yang berlokasi persis di sebelah Jalan Raya Pantura Kaligawe menyebabkan air banjir langsung menggenangi jalan utama, menghambat mobilitas warga dan menimbulkan risiko besar terhadap kendaraan yang melintas.

Kesulitan yang dihadapi warga Genuk dalam menghadapi banjir ini menuntut sebuah solusi konkret dan tindakan cepat dari pemerintah setempat.

Langkah-langkah yang bisa diambil meliputi:

  1. Normalisasi Sungai: Segera lakukan pengerukan dan normalisasi sungai-sungai di area Pantura, khususnya di sekitar Kaligawe, untuk mencegah luapan yang berlebihan.

  2. Pembangunan Infrastruktur Penunjang: Membangun sistem drainase yang lebih baik dan infrastruktur penunjang lainnya untuk mengatasi genangan air, terutama di titik-titik kritis yang sering terkena banjir.

  3. Respon Cepat Bencana: Meningkatkan kapasitas dan responsivitas dinas terkait dalam menanggapi peringatan dini dari warga serta memastikan ada tim tanggap bencana yang siap beraksi ketika diperlukan.

  4. Keterlibatan Komunitas: Mendorong keterlibatan aktif komunitas lokal dalam pengambilan keputusan dan aksi mitigasi banjir, sehingga solusi yang dihasilkan lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Situasi banjir di Pantura Genuk bukan hanya sekedar masalah infrastruktur, melainkan juga tentang bagaimana sebuah pemerintahan responsif terhadap kebutuhan dan keselamatan warganya.

Saatnya bagi semua pihak untuk bersatu, mengambil langkah nyata, dan memastikan bahwa tragedi serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A