Tanggapan Warek UIN Raden Mas Said Soal Hak Angket DPR Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu

AKURAT.CO, Wakil Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Abdullah Faisol menanggapi wacana sidang Hak Angket DPR terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Wakil Rektor bidang Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama ini mengajak semua elemen masyarakat untuk tertib dan damai setelah pasca pemilihan presiden dan wakil presiden.
"Rakyat sudah memilih, ada yang menang dan yang kalah, yang menang jangan jumawa dan yang kalah hendaknya menerima dengan hati yang lapang,“ ucap Abdullah faisol pada Sabtu (24/2/2024).
Baca Juga: Berita Seputar MotoGP: Marc Marquez Menceritakan Pengalaman Kecelakaan Pertamanya dengan Ducati
Terkait permasalahan kecurangan dalam pemilu, Abdullah faisol mengajak untuk peserta pemilu melaporkan ke Bawaslu atau mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, agar semua masyarakat tahu dan bisa menyaksikan secara terbuka.
“Jangan sampai memprovokasi dan propaganda rakyat, karena rakyat sudah memilih, mari ciptakan kedamaian di negeri tercinta ini,” tuturnya.
Sebelumnya, salah seorang Capres Pemilu 2024 telah mengusulkan hak angket DPR untuk mengusut dugaan kecurangan dalam pemilihan umum atau Pemilu 2024.
Usul itu mengemuka seiring perbagai tudingan kecurangan usai hitung cepat hasil pemilihan presiden atau Pilpres 2024.
Baca Juga: Berita Formula 1: Ferrari Mendominasi Tes Formula 1 Bahrain, Charles Leclerc Jadi Yang Tercepat
Usul tersebut itu ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh pemuda, tokoh masyarakat hingga tokoh agama di Kabupaten Sukoharjo.
Para tokoh tersebut secara terbuka merespon dan mengingatkan agar tak sembarangan menggunakan hak angket tersebut.
Seperti halnya yang disampaikan Agus Bima Alamsyah, seorah tokoh pemuda yang sekaligus menjadi Ketua KPPS Desa Mulur.
Ia menyayangkan kepada pihak-pihak yang menyatakan adanya kecurangan dari KPPS saat Pemilu 2024.
Menurutnya, para KPPS sudah bekerja dengan keras dan tulus dalam proses Pemilu 2024.
Ia juga menyinggung bahwasahnya ada sebagian KPPS hingga meninggal dunia akibat kecapekan dalam bertugas sebagai KPPS.
"Jadi saya sangat menyayangkan dengan adanya berita mengenai kecurangan dari KPPS," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 5Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD




