Dari Kampanye ke ICU: Nasib Relawan Ganjar-Mahfud Pasca-Penganiayaan

AKURAT.CO, Video kekerasan yang menimpa relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo - Mahfud Md, menjadi viral di media sosial.
Insiden penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI dari Yonif 408/Suhbrastha tersebut terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, tepatnya di depan Markas Kompi Senapan B pada Sabtu siang (30/12/2023).
Kejadian ini berlangsung setelah para relawan menghadiri kampanye calon presiden Ganjar Pranowo di Boyolali.
Akibat insiden tersebut, sejumlah korban harus dilarikan ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk mendapatkan perawatan medis, dengan aksi penganiayaan ini tertangkap oleh kamera CCTV.
Baca Juga: Jadwal Semifinal Liga 3 Jawa Tengah 2023: Persip Pekalongan Siap Tantang PSDB Demak
Dandim 0724/Boyolali, Letkol (Inf) Wiweko Wulang Widodo, dalam konferensi pers di Makodim Boyolali, membenarkan peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa saat ini kasus sedang ditangani oleh Denpom IV/4 Surakarta.
Pihak Denpom saat ini tengah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari anggota yang diduga terlibat.
Menurut Wiweko, jumlah korban dari aksi penganiayaan oknum TNI berjumlah 7 orang, dengan dua di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan lima lainnya mendapatkan perawatan jalan.
Baca Juga: Boyolali dalam Sorotan: Ini Runtutan Peristiwa Penganiayaan Relawan Ganjar oleh Oknum TNI
Wiweko menyebutkan bahwa suara knalpot brong dari para peserta kampanye yang melintas menjadi penyebab gangguan bagi anggota TNI yang sedang berkegiatan, yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan.
TNI telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu pengobatan korban.
Wiweko juga menyesalkan kejadian ini dan menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat dalam menegakkan hukum.
Tindakan profesional dan proporsional sesuai prosedur hukum dijanjikan bagi oknum anggota yang terbukti bersalah.
Masyarakat dan netizen diimbau untuk memberikan dukungan kepada para korban, sambil menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini.
Kejadian ini menggugah kesadaran tentang pentingnya penegakan hukum dan perlindungan bagi warga sipil, termasuk relawan politik yang menjadi tulang punggung demokrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





