Jateng

HSN Kota Semarang dibuka, Sekda Ingatkan Sejarah Santri yang Berdarah-darah Memerdekakan Bangsa

Afri Rismoko | 21 Oktober 2023, 16:14 WIB
HSN Kota Semarang dibuka, Sekda Ingatkan Sejarah Santri yang Berdarah-darah Memerdekakan Bangsa

 

AKURAT.CO, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang telah membuka rangkaian pagelaran peringatan Hari Santri nasional (HSN) pada Sabtu, 21 Oktober 2023 di halaman Balaikota Semarang.

Puncak peringatan HSN Kota Semarang sendiri akan di gelar pada Minggu 22 Oktober 2022 di tempat yang sama.

Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin. Peringatan HSN di Kota semarang langsung dipimpin oleh KH Anasom selaku Ketua Tanfidziyah dan didampingi oleh KH hanif Ismail selaku Rois Suriyah.

Untuk rangkaian di hari Sabtu, dihelar lomba pidato kebangsaan, lalaran kreatif, qiroatul kutub, dan lomba rebana klasik.

Baca Juga: Warga Senang Jalan Hasanudin Kota Semarang Akhirnya Dibangun

Iswar Aminuddin yang juga salah satu pengurus PCNU Kota Semarang menjelaskan bahwa sejarah santri untuk kemerdekaan bangsa yang berujung pada perang Surabaya 10 November 1945 adalah sebuah inspirasi bagi generasi santri saat ini untuk membangun bangsa.

“sebagai santri, kita perlu belajar dari santri-santri yang berjuang memerdekakan bangsa pada saat itu,” ujar Iswar.

Hari Santri Nasional (HSN) sendiri diresmikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Kepres tersbut diputuskan pada 15 Oktober 2015 yang didasari pada sejarah santri saat masa kemerdekaan. Ulama dan santri pondok pesantren berperan besar dalam perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga: Mbak Ita Serius Bahas Banjir di Dinar dan Grand Permata Tembalang Meski Masih Kemarau

Oleh sebab itu, sejarah besar perjuangan santri dari saat Islam pertama kali menjejakkan kiprahnya di bumi pertiwi, saat perubahan besar pada era Devide At Impera, Sumpah Pemuda, hingga kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak boleh diputus narasinya.

Bahkan gelora 10 November yang ditetapkan sebagai hari pahlawan berasal dari perjuangan santri saat mengusir pasukan sekutu yang berusaha mengangkangi Nusantara lewat pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Bahkan saat era penjajahan Jepang, santri-santri di bawah komando Nahdlatul Ulama yang dimotori oleh KH Hasyim As’ari menjadi faktor penting dalam perlawanan melawan kejamnya penindasan Negeri Dai Nippon.

“Coba adek-adek bayangkan kalau saat itu santri-santri di zaman penjajahan Jepang tidak turun angkat senjata. Pasti kita belum merdeka sekarang,” tutur Sekda.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom mengingatkan para santri yang kebanyakan dari kalangan Generasi Z (Gen Z) agar tidak terlena dengan kemajuan teknologi. Teknologi memang banyak manfaatnya, tapi jika tidak dimanfaatkan dengan benar, hanya dibuat untuk memuaskan kesenangan saja, bisa jadi bahaya bagi masa depan Gen Z.

“Sekarang ini banyak santri malah mainan HP saja. Padahal dulu zantri-santri itu bisa kena takzir (hukuman) kalau bawa HP ke pondok,” tuturnya

Secara kelembagaan, pondok-pondok pesantren memang dihadapkan dengan tantangan besar berupa kemajuan teknologi. Jika dulu banyak pondok-pondok yang melarang penggunaan teknologi seperti HP dan komputer, sekarang justru sebaliknya, harus menyediakan perangkat teknologi canggih agar konsep pendidikan pondok pesantren tidak ketinggalan zaman.

Baca Juga: Kesehatan Jiwa Capres dan Cawapres Harus Diperiksa, Ini yang Disampaikan Ketum PB IDI

“Tapi saya pesan juga kepada pengasuh-pengasuh pondok pesantren, jangan melarang apalagi menolak kehadiran teknologi. Justru santri-santri yang sekarang ini harus kita beri pendidikan bagaimana menggunakan teknologi secara baik,” tutur Anasom.

PCNU Kota Semarang sendiri sebelumnya telah melakukan berbagai kegiatan dalam menyambut hari santri seperti menggelar apel di lapangan Kecamatan semarang barat dan ziarah ke makam pahlawan Giri Tunggal jalan Pahlawan Kota Semarang.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A