Disketapang Kota Semarang Gelar Bimtek Pas Aman Bagi Pedagang Pangan Segar

AKURAT.CO, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang menyelengarakan Bimbingan Teknis Pasar Pangan Segar Aman bagi pedagang pangan segar di pasar Johar Selatan dan pengelola pasar wilayah Johar.
Peserta bimtek sebanyak 100 orang yang terdiri dari pedagang pangan segar di pasar Johar Selatan dan pengelola[ Pasar wilayah Johar, paguyuban pedagang, Tim Teknis pas Aman, Camat Semarang Tengah, dan Lurah Kauman.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Bambang Pramushinto mengatakan tujuan bimbingan teknis adalah mengedukasi pedagang pangan segar akan keamanan pangan.
"Membangkitkan kesadaran pedagang akan pentingnya mewujudkan pasar yang bersih dan nyaman, memperkenalkan Internal Control System (ICS) beserta jajaran yang bertugas," ujar Bambang pada Kamis (12/10/2023).
Baca Juga: Udinus Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Bunuh Diri
Selain Bimtek Konsep Pasar Pangan Segar Aman (Pas Aman) dan keamanan pangan segar asal tumbuhan. Dilaksanakan pula pengukuhan tim Internal Control System (ICS) Pasar Johar Selatan, didampingi oleh Tim Teknis Pas Aman Kota Semarang dan disaksikan oleh Camat Semarang Tengah dan Lurah Kauman.
Narasumber antara lain Munartik, S.E dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan materi berjudul Komitmen Pedagang Pasar Rakyat dalam Memenuhi Standar Pasar Rakyat.
Supana selaku Koordinator Wilayah 01 Johar Dinas Perdagangan Kota Semarang menyampaikan materi Implementasi SOP ICS Pasar Pangan Segar Aman di Pasar Johar Selatan.
Baca Juga: Mahasiswi Udinus Ditemukan Bunuh Diri di Kos, Tinggalkan 5 Surat Wasiat
Kemudian Saiful Bahri darj Dinas Kesehatan Kota Semarang menyampaikan Higiene, Sanitasi Sarana dan Tempat Pemajangan Pangan Segar di Pasar Rakyat.
Lalu Irene Natalia Siahaan dari Dinas Pertanian Kota semarang menyampaikan Keamanan Pangan Segar Asal Hewan.
"Peserta mengikuti dengan antusias jalannya kegiatan dari awal hingga akhir, diskusi berlangsung dengan hangat setelah penyampaian materi oleh narasumber," papar Bambang.
Pas Aman, dijelaskan Bambang, adalah program yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Latar belakang program Pas Aman adalah dengan adanya isu keamanan pangan di pasar tradisional (pasar rakyat) dan pasar modern yang makin menguat beberapa tahun terakhir.
"Kasus keracunan makanan, pemalsuan produk, dan penyebaran penyakit yang bersumber dari makanan (food bone disease) merupakan isu yang marak ditemui," ujarnya.
WHO memperkirakan dalam satu tahun sebanyak 600 juta orang jatuh sakit dan 420.000 orang meninggal dunia setiap tahun akibat mengonsumsi pangan yang terkontaminasi.
Baca Juga: Mbak Ita Rangkul Gen Z Wujudkan Pemilu Damai
Pasar sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan didefinisikan sebagai lembaga ekonomi tempat bertemunya pembeli dan penjual, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan transaksi pedagangan.
Pasar rakyat memegang peran yang strategis, dimana masyarakat mendapatkan pangan baik pangan segar yang langsung dikonsumsi, maupun pangan yang telah diolah. Pasar rakyat merupakan lokasi utama peredaran pangan segar dari produsen ke konsumen, sehingga aspek higiene sanitasi dan keamanan pangan sangat penting untuk dipenuhi.
Pas Aman merupakan program baru dari Bapanas yang pelaksanaannya dimulai tahun 2023, dengan menunjuk 48 kabupaten/kota di Indonesia. Jawa Tengah dengan 6 kabupaten/kota sebagai pilot project yaitu Sukoharjo, Cilacap, Pati, Surakarta, Klaten, dan Kota Semarang
"Kota Semarang menetapkan Pasar Johar Selatan sebagai pilot project mengingat pasar yang telah memiliki SNI, dengan bangunan yang realtif masih baru dengan tata ruang yang disusun dengan baik," ujar Bambang.
Baca Juga: Gilbert Ingin PSIS Konsisten Saat Home dan Away
Pasar rakyat Pas Aman merupakan suatu upaya yang bersifat integratif dan sinergis dengan berbagai upaya lain yang mampu menjamin kondisi pasar yang bersih, nyaman, pangan yang dijual sehat serta aman.
Pengaturan dari berbagai komponen yang terlibat dan sistem pasar yang ada yaitu mencakup produsen hulu (penyedia pangan segar) , pemasok, pedagang, dan konsumen yang diatur dalam suatu sistem internal.
Pasar Pangan Segar Aman diharapkan dapat menjadi sentra penyedia pangan segar yang aman bagi masyarakat. Disamping itu melalui sosialisasi, edukasi, dan bimbinhan teknis, ddiharapkan adanya peningkatan kesadaran dari pedagang, pengelola pasar, dan konsumen tentang pentingnya keamanan pangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









