Jateng

DLH Kota Semarang Targetkan Pengurangan Sampah Rumah Tangga Hingga 26 Persen

Theo Adi Pratama | 5 Oktober 2023, 15:11 WIB
DLH Kota Semarang Targetkan Pengurangan Sampah Rumah Tangga Hingga 26 Persen

AKURAT.CO SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menyebutkan bahwa upaya pengurangan sampah di masyarakat, terutama sampah rumah tangga dan sejenisnya saat ini sudah mencapai 26,4 persen.

"Pengurangan sampah menjadi bagian kebijakan strategi daerah. Pada 2025, kami target 30 persen pengurangan sampah tercapai," kata Kepala DLH Kota Semarang FX Bambang Suranggono, di Semarang, Kamis (5/10/2023).

Baca Juga: Up-peak Hotel Simpang Lima Semarang Luncurkan Promo di Bulan Oktober 2023

Hal tersebut disampaikannya saat sosialisasi Lomba Lampah Kita (Kelola Sampah di Lingkungan Kita) 2023 kepada kalangan pelaku usaha di Kota Semarang yang berlangsung di Kantor Kecamatan Semarang Tengah.

"Masih ada (pengurangan sampah) 3,6 persen yang harus bisa diselesaikan dalam Jakstrada (Kebijakan dan Strategi Daerah) 2023-2025. Untuk yang 70 persennya (sampah) penanganan," katanya.

Baca Juga: Embung Tejorejo Membingungkan Petani, Saat Hujan Banjir, Tapi Saat Kemarau Jadi Kering

Menurut dia, upaya pengurangan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang, termasuk melalui penyelenggaraan Lomba Lampah Kita 2023 yang telah dimulai pada 25 September lalu.

Lampah Kita merupakan lomba berbasis video mengenai pengelolaan sampah secara berkelanjutan dengan membagi empat kategori, yakni masyarakat, lembaga pendidikan, usaha/kegiatan, serta fasilitas umum.

Baca Juga: Dorong Daya Saing Dan Kemitraan, Walikota Semarang Resmikan Gerai UMKM Di Bandara

"Kami punya keyakinan (target pengurangan sampah) akan tercapai melihat antusias masyarakat dengan adanya lomba Lampah Kita 2023. Kami melihat antusiasme dari enam kali sosialisasi," katanya.

Sosialisasi dilakukan secara bergiliran, dan untuk kali ini menyasar kategori usaha dan kegiatan dengan mengundang perwakilan dari tujuh kawasan industri maupun luar industri, pelaku usaha besar dan kecil.

Baca Juga: Bunga Tabebuya Bermekaran di Kota Semarang, Netizen : Seperti Bunga Sakura di Jepang

"Mereka tidak menyadari bahwa timbulan sampah terjadi dari kegiatan mereka. Maka, kami ingin mereka membuat 'roadmap' sampah dari timbulan kegiatan mereka. Bagaimana mengelola sampah dari awal muncul," katanya.

Setelah ini, Bambang mengatakan sosialisasi akan menyasar juga kepada kalangan pelayanan publik, seperti pasar tradisional, pasar modern, rumah sakit, dan klinik pengobatan di Kota Semarang.

Lomba dengan hadiah total Rp189 juta itu akan ditutup pada 15 Oktober 2023, tetapi dimungkinkan akan diperpanjang jika melihat antusias masyarakat untuk mengikuti lomba tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.