Jateng

Kualitas Udara Kota Semarang Ada Dalam Kategori Sedang, Waspada ISPA

Theo Adi Pratama | 28 Agustus 2023, 19:46 WIB
Kualitas Udara Kota Semarang Ada Dalam Kategori Sedang, Waspada ISPA

AKURAT.CO Semarang - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan pada hari ini kondisi kualitas udara di Kota Semarang berada pada angka 97.

Angka tersebut didapatnya berdasarkan data dari iqair.com per hari Senin (28/8/2023). 

Dalam situs tersebut, dijelaskan pula jika kualitas udara dibawah angka 50 artinya kualitas udara masih bagus, jika pada angka 50 - 100 maka kualitas udara masuk dalam kategori sedang, namun jika sudah diatas angka 100 maka kualitas udara buruk dan akan sensitif pada orang dengan penyakit saluran pernafasan seperti asma, paru obstruktif yang bisa bisa kambuh sewaktu-waktu.

Baca Juga: Johan Rifai Minta Disketapang Kota Semarang Lakukan Skrining Bahan Makanan Untuk Memajukan UMKM

Namun memang tidak semua wilayah di Kota Semarang berada pada angka kualitas sedang.

Pasalnya untuk daerah Gunungpati dan Mijen masih banyak kawasan hijau dan hutan yang menunjang kualitas udara yang baik. 

Untuk kualitas udara sedang tertinggi hari ini menurut Hakam berada di area Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur. 

“Dari iqair.com ini terlihat saat ini kualitas udara Semarang 97. Ini berada di wilayah pusat kota dengan mobilitas kendaraan tinggi otomatis polusi asap udara tinggi dan area kawasan industri itu juga tinggi,” kata Hakam, Senin (28/8/2023).

Baca Juga: Sinergi FBIK Unissula - Gemura Jalin Kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi

Hakam mengatakan daerah di Kota Semarang yang memiliki kualitas udara cukup baik ada di daerah Gunungpati hingga Mijen.

Pasalnya, daerah tersebut masih banyak pohon besar dan hutan-hutan yang mampu memproduksi banyak oksigen.

Dengan makin tingginya, kualitas udara, maka Alan berpengaruh pada makin tingginya angka kasus penyakit saluran pernafasan.

Meski demikian, Hakam mengatakan kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) di Kota Semarang angkanya masih stagnan.

Baca Juga: Putrinya Terima Kursi Roda Adaptif, Nur Hidayah Menangis Bahagia di Pelukan Atikoh

Hingga bulan Juli 2023 kasus ISPA di Semarang untuk laki-laki ada 9.197 kasus dan perempuan ada 11.790 kasus.

“Pada Juli angka untuk infeksi paru turun dibanding bulan sebelumnya untuk laki-laki di angka 10.584 dan perempuan 13.589,” paparnya.

Hakam menyebut jika tren kasusnya memang menurun.

Namun tetap hrus diwaspadai karena cuaca panas dapat membuat partikel udara bisa terbang di udara dengan cukup lama.

Sehingga jika partikel udara berisi virus dan bakteri tersebut menempel pada benda atau baju dan tangan kemudian masuk kedalam tubuh maka akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan.

Baca Juga: Ganjar Respon Putusan MK Soal Debat Pemilu di Kampus

“Trennya turun tapi kelembaban udara rendah jadi partikel bisa terbang lebih lama dan kalau menempel lalu masuk tubuh akan beresiko penyakit infeksi paru-paru,” jelasnya.

Hakam mengatakan seseorang yang menderita ISPA harus ditangani dengan baik hingga sembuh.

Pasalnya, jika infeksi terus berlanjut maka akan menyebabkan infeksi saluran pernafasan bawah atau pneumonia.

“Saat ini kasus Pneumonia pada bulan Juli untuk laki-laki 123 kasus dan perempuan 136 kasus,” tuturnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.