Jateng

Sigma FP2 Resmi Meluncur, Kamera Full-Frame 6K dengan Bodi Ringkas Harga Rp35 Jutaan

Dody H | 26 Oktober 2026, 09:11 WIB
Sigma FP2 Resmi Meluncur, Kamera Full-Frame 6K dengan Bodi Ringkas Harga Rp35 Jutaan

JATENG.AKURAT.CO, Sigma resmi memperkenalkan Sigma FP2, kamera mirrorless full-frame generasi terbaru yang mengandalkan bodi ringkas, sensor 24,5 MP dengan teknologi partially stacked, serta kemampuan merekam video hingga resolusi 6K.

Sebagai penerus Sigma FP, kamera terbaru ini mempertahankan konsep desain minimalis dan ringan yang menjadi ciri khas pendahulunya.

Sigma FP2 memiliki bobot hanya 376 gram tanpa baterai dan kartu memori, atau sekitar 460 gram ketika keduanya terpasang.

Dengan ketebalan bodi sekitar 4 cm, Sigma FP2 dirancang untuk fotografer dan kreator video yang membutuhkan kamera full-frame bertenaga tinggi tanpa harus membawa perangkat berukuran besar.

Salah satu peningkatan paling menarik terdapat pada teknologi sensor yang digunakan.

Sigma FP2 mengusung sensor full-frame BSI 24,5 MP dengan arsitektur partially stacked untuk meningkatkan kecepatan pembacaan data.

Teknologi tersebut menempatkan sebagian sirkuit pembacaan di area tepi sensor, bukan menggunakan susunan bertingkat penuh.

Pendekatan ini memungkinkan peningkatan kecepatan pembacaan tanpa harus menerapkan desain sensor fully stacked yang lebih kompleks.

Sigma FP2 Mengusung Sensor 24,5 MP dan Pemotretan 20 FPS

Penggunaan sensor baru memberikan sejumlah keuntungan, terutama untuk fotografi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Sigma FP2 mendukung pemotretan beruntun hingga 20 frame per detik (fps). Kapasitas buffer-nya diklaim mampu menampung sekitar 200 foto JPEG atau 180 file DNG RAW dalam satu rangkaian pemotretan.

Kecepatan pembacaan sensor juga memungkinkan sinkronisasi lampu kilat hingga 1/50 detik.

Sigma mengklaim kemampuan ini hampir dua kali lebih cepat dibandingkan Sigma FP generasi pertama.

Sistem autofokus turut mendapatkan peningkatan. Selain diklaim bekerja lebih cepat, Sigma FP2 kini mampu mengenali burung sebagai objek pemotretan, sebuah fitur baru yang berguna bagi fotografer satwa liar.

Kombinasi sensor 24,5 MP, pemotretan beruntun 20 fps, dan peningkatan autofokus membuat kamera ini tidak hanya berfokus pada produksi video, tetapi juga menawarkan kemampuan fotografi yang lebih fleksibel.

Bisa Rekam Video 6K Open-Gate hingga 60p

Di sektor videografi, Sigma FP2 menawarkan kemampuan perekaman yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Kamera ini mendukung video 6K open-gate hingga 60p. Mode tersebut memanfaatkan area sensor yang lebih luas sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar ketika kreator melakukan pemotongan gambar untuk kebutuhan video vertikal, horizontal, maupun format media sosial.

Untuk perekaman 4K, Sigma FP2 mampu menghasilkan video hingga 60p menggunakan lebar sensor penuh.

Sementara itu, pengguna dapat meningkatkan kecepatan perekaman hingga 120p dengan menerapkan pemotongan area gambar atau crop.

Sigma juga menyediakan perekaman video internal 10-bit dan dukungan profil warna L-Log dari Leica.

Fitur ini memberikan keleluasaan lebih besar dalam proses koreksi warna dan penyuntingan video profesional.

Bagi kreator yang membutuhkan format perekaman lebih lanjut, Sigma FP2 mendukung ProRes RAW hingga resolusi 6K pada 30p.

Namun, perekaman ProRes RAW membutuhkan SSD eksternal. Pasalnya, bitrate yang digunakan dapat mencapai 5.800 Mbps, jauh melampaui kemampuan praktis kartu memori UHS-II untuk menangani aliran data tersebut.

Dukungan SSD eksternal menjadi solusi bagi pengguna profesional yang membutuhkan kualitas rekaman tinggi, meskipun penggunaan perangkat penyimpanan tambahan berarti harus menyiapkan konfigurasi aksesori yang sesuai.

Layar 3,2 Inci, Penyimpanan Internal 70GB, dan Dua Port USB-C

Meskipun memiliki dimensi kecil, Sigma FP2 membawa sejumlah fitur konektivitas dan penyimpanan yang cukup lengkap.

Kamera ini dibekali layar sentuh miring berukuran 3,2 inci dengan resolusi sekitar 2,1 juta titik.

Layar tersebut dapat membantu pengguna mengambil gambar dari sudut rendah maupun tinggi tanpa harus selalu melihat posisi kamera secara langsung.

Sigma juga menyediakan penyimpanan internal sebesar 70GB. Fitur ini dapat menjadi alternatif untuk menyimpan file ketika pengguna belum memasang media penyimpanan tambahan.

Pada bagian konektivitas, Sigma FP2 memiliki dua port USB-C dengan fungsi berbeda.

Salah satunya menggunakan standar USB 2.0 untuk kebutuhan daya dan aksesori, sedangkan port lainnya mendukung transfer data hingga 10Gbps serta koneksi ke SSD eksternal.

Sigma turut meninggalkan konektor micro HDMI pada model sebelumnya dan menggantinya dengan port HDMI berukuran penuh.

Perubahan ini dapat mempermudah koneksi kamera ke monitor eksternal maupun perangkat perekam yang kompatibel.

Meski demikian, Sigma FP2 tidak memiliki jendela bidik elektronik atau electronic viewfinder (EVF) bawaan.

Pengguna yang membutuhkan jendela bidik dapat membeli aksesori EVF-21 secara terpisah.

Perangkat tersebut menggunakan panel OLED beresolusi 5,76 juta titik dan terhubung melalui port USB-C di bagian atas kamera.

Kamera ini juga mendukung aksesori hotshoe HU-21 yang kompatibel dengan protokol lampu kilat OM System dan Panasonic.

Selain itu, kompatibilitas dengan mikrofon hotshoe Panasonic memungkinkan perekaman audio 32-bit float menggunakan perangkat yang sesuai.

Sigma Perkenalkan Lensa 50mm F1.4 DG Contemporary

Bersamaan dengan peluncuran kamera, Sigma turut memperkenalkan lensa prima Sigma 50mm F1.4 DG Contemporary dalam pilihan warna perak dan hitam.

Lensa ini dirancang untuk sistem L-mount dan Sony E-mount. Bobotnya sekitar 375 gram, sehingga masih sejalan dengan konsep perangkat ringkas yang ditawarkan Sigma FP2.

Apertur maksimum F1.4 membuat lensa tersebut menarik untuk fotografi dengan latar belakang buram atau bokeh, pemotretan dalam kondisi cahaya rendah, serta kebutuhan foto dan video dengan karakter visual yang lebih sinematik.

Namun, Sigma belum mengumumkan harga resmi untuk lensa 50mm F1.4 DG Contemporary tersebut.

Harga Sigma FP2 Mulai Rp35 Jutaan

Sigma FP2 dijadwalkan mulai dijual pada 11 November dengan harga awal 2.199 dolar AS atau sekitar Rp35 jutaan untuk paket bodi saja.

Sigma juga menawarkan pilihan bundel dengan aksesori tambahan. Berikut rincian harga yang diumumkan:

*Sigma FP2 body only: 2.199 dolar AS, sekitar Rp35 jutaan.

*Sigma FP2 + EVF-21: 2.749 dolar AS, sekitar Rp44 jutaan.

*Sigma FP2 + lensa I-series 50mm F2 DG: 2.749 dolar AS, sekitar Rp44 jutaan.

Nilai rupiah tersebut merupakan perkiraan konversi dan belum memperhitungkan pajak, biaya impor, maupun perbedaan harga di masing-masing negara.

Bagi calon pembeli yang mencari kamera full-frame ringkas dengan kemampuan video 6K, Sigma FP2 menawarkan alternatif menarik di segmen kamera profesional.

Namun, ketiadaan EVF bawaan dan kebutuhan SSD eksternal untuk perekaman ProRes RAW perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli.

Sebagai pembanding, Panasonic LUMIX S9 di pasar Amerika Serikat dibanderol sekitar 1.499 dolar AS.

Kamera tersebut juga mendukung perekaman video 6K open-gate, dengan harga bodi yang lebih rendah dibandingkan Sigma FP2.

Dengan sensor partially stacked, pemotretan hingga 20 fps, perekaman 6K 60p, dan bodi yang ringan, Sigma FP2 membawa peningkatan penting bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas tanpa mengabaikan kebutuhan fotografi dan videografi profesional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.