Tips Memilih Keramik Lantai Teras yang Aman, Nyaman, dan Awet untuk Rumah Modern

JATENG.AKURAT.CO, Memilih keramik lantai teras tidak bisa sembarangan. Area teras merupakan zona transisi antara luar dan dalam rumah yang terpapar langsung hujan, panas, debu, hingga lalu lintas kaki setiap hari.
Salah memilih keramik teras bisa membuat lantai licin, cepat kusam, bahkan retak sebelum waktunya.
Karena itu, penting memahami tips memilih keramik lantai teras yang tepat agar tetap aman, nyaman, awet, sekaligus mendukung tampilan rumah modern.
Bagi generasi usia 18–35 tahun yang mulai membangun atau merenovasi rumah, pemilihan keramik teras juga soal gaya dan fungsionalitas.
Mulai dari tekstur anti-selip, material tahan cuaca, ukuran ubin yang proporsional, hingga warna dan motif yang menyatu dengan konsep rumah.
Artikel ini akan membahas panduan lengkap memilih keramik lantai teras terbaik yang tidak hanya estetik, tapi juga investasi jangka panjang.
1. Pilih Keramik Lantai Teras Anti-Selip demi Keamanan
Tekstur Lebih Penting daripada Tampilan Mengilap
Keramik lantai teras terbaik memiliki permukaan matte atau bertekstur kasar, bukan glossy. Permukaan licin sangat berisiko saat terkena air hujan atau embun.
Keramik dengan fitur anti-slip memberikan daya cengkeram lebih baik. Ini penting untuk keamanan penghuni rumah, terutama anak-anak dan lansia.
2. Material Keramik Teras Harus Tahan Cuaca Ekstrem
Gunakan Ubin Khusus Area Outdoor
Teras adalah area luar ruang, sehingga keramik indoor biasa tidak selalu cocok. Pilih porcelain outdoor, granit tile, atau batu alam yang memiliki porositas rendah.
Material ini lebih tahan terhadap panas, hujan, dan perubahan suhu ekstrem. Untuk teras depan atau carport, perhatikan juga ketebalan ubin agar tidak mudah retak.
3. Ukuran dan Format Keramik Sesuai Luas Teras
Proporsi Tepat Bikin Teras Lebih Estetik
Untuk teras kecil pada rumah minimalis, ukuran keramik 30×30 cm atau 40×40 cm terasa lebih seimbang. Pola ini membuat area terlihat rapi dan proporsional.
Sebaliknya, teras luas akan terlihat lebih modern dengan ubin besar seperti 60×60 cm atau 80×80 cm. Nat yang lebih sedikit juga membuat tampilan lebih bersih.
4. Warna dan Motif Keramik Teras Menentukan Kesan Rumah
Sesuaikan dengan Gaya Eksterior
Warna netral seperti abu-abu, krem, dan cokelat paling aman untuk keramik lantai teras. Warna ini mudah dipadukan dengan dinding, pagar, dan tanaman.
Untuk kesan alami, keramik motif kayu, batu alam, atau beton ekspos bisa menjadi pilihan. Tampilannya hangat tanpa ribet perawatan seperti material asli.
5. Perhatikan Sistem Pemasangan dan Kemiringan Lantai
Detail Teknis yang Sering Diabaikan
Selain memilih keramik lantai teras yang tepat, teknik pemasangan juga sangat krusial. Idealnya, teras memiliki kemiringan 1–2% agar air hujan mengalir lancar.
Gunakan perekat khusus outdoor dan nat yang elastis agar keramik tidak mudah terangkat. Pemasangan yang benar akan memperpanjang usia lantai teras.
6. Alternatif Material untuk Tampilan Teras Lebih Berkarakter
Jika ingin tampil beda, Anda bisa mengombinasikan keramik dengan batu alam seperti andesit, granit, atau koral sikat. Material ini kuat dan cocok untuk area dengan beban berat.
Bagi pecinta nuansa hangat, keramik motif kayu menjadi solusi praktis. Tampilan natural tetap didapat tanpa risiko lapuk seperti kayu asli.
Keramik Lantai Teras adalah Investasi Jangka Panjang
Memilih keramik lantai teras bukan sekadar soal estetika, tetapi juga keamanan dan ketahanan. Dengan mempertimbangkan tekstur anti-selip, material tahan cuaca, ukuran proporsional, serta sistem pemasangan yang tepat, teras rumah akan lebih nyaman dan awet.
Pastikan pilihan keramik teras Anda sesuai gaya rumah dan kebutuhan jangka panjang, karena teras yang tepat akan meningkatkan nilai dan kenyamanan hunian secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










