Jateng

Rahasia Tergelap Segitiga Emas: Dari Opium Kolonial Hingga Laboratorium Sabu Global

Theo Adi Pratama | 18 September 2025, 11:11 WIB
Rahasia Tergelap Segitiga Emas: Dari Opium Kolonial Hingga Laboratorium Sabu Global

JATENG.AKURAT.CO, Nama Segitiga Emas (Golden Triangle) mungkin terdengar eksotis, namun di balik keindahan alam yang membentang di perbatasan Myanmar, Laos, dan Thailand, tersimpan sejarah kelam yang tak banyak orang tahu.

Area ini telah berevolusi dari pusat perdagangan opium yang diciptakan oleh kekuatan kolonial menjadi sarang aktivitas ilegal modern yang tak kenal ampun.

Ketika Inggris Mengubah Opium Menjadi "Emas"

Sejarah gelap Segitiga Emas berawal dari strategi licik British East India Company pada abad ke-19.

Inggris saat itu mengalami defisit perdagangan besar dengan Tiongkok karena permintaan tinggi akan teh, sutra, dan porselen Tiongkok.

Untuk menyeimbangkan neraca, mereka memperkenalkan opium ke pasar Tiongkok.

Perdagangan ilegal ini semakin subur berkat bantuan jaringan diaspora Tionghoa di Asia Tenggara.

Akibatnya, pecahlah Perang Opium, dan Segitiga Emas pun menjadi pondasi bagi ekonomi rahasia.

Lokasinya yang strategis di persimpangan tiga negara dan kurangnya pengawasan pemerintah menjadikan area ini ideal untuk bisnis ilegal.

Perang Dingin dan Peran Rahasia CIA

Di era Perang Dingin, Segitiga Emas berubah menjadi medan pertempuran proxy.

CIA secara diam-diam mendukung milisi anti-komunis di Laos melalui maskapai sipil Air America.

Kelompok-kelompok ini, pada gilirannya, mendanai operasi militer mereka dengan membudidayakan dan memperdagangkan tanaman-tanaman ilegal.

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mengabaikan praktik ini sebagai bagian dari kompromi strategis untuk melawan komunisme.

Bangkitnya Raja-Raja Shadow

Pasca Perang Dingin, muncullah figur-figur baru yang dijuluki "raja-raja bayangan" atau shadow kings.

Salah satu yang paling terkenal adalah Khun Sa, seorang panglima perang yang membangun jaringan canggih dengan mengendalikan lahan, penduduk, dan jalur logistik.

Khun Sa tidak hanya melindungi petani lokal, tetapi juga mengelola sistem distribusi global yang kompleks.

Bahkan, ia pernah menawarkan diri untuk menghentikan operasinya asalkan diberi kompensasi oleh Amerika Serikat.

Evolusi Menuju Kejahatan Modern

Memasuki tahun 2000-an, wajah kejahatan di Segitiga Emas berubah total.

Fokusnya beralih dari tanaman tradisional ke narkoba sintetis seperti yaba dan crystal meth (sabu-sabu).

Produksinya berpindah dari ladang ke laboratorium-laboratorium tersembunyi.

Para bandar modern menggunakan teknologi digital dan logistik yang rumit untuk menghindari penegak hukum.

Meskipun tantangan untuk menumpas kejahatan di wilayah ini sangat besar, satu hal yang pasti: bagi banyak penduduk lokal, ekonomi ilegal ini menawarkan mata pencarian yang lebih stabil daripada pekerjaan yang legal.

Hal ini menjadikan Segitiga Emas sebagai salah satu masalah geopolitik paling kompleks di dunia yang sulit dipecahkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.