Tragedi Maut yang Terlupakan: Detik-Detik Kereta Hancur Ditimpa Jembatan Beton, Puluhan Nyawa Melayang!

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah pagi yang dingin di Sydney pada 18 Januari 1977, berubah menjadi hari paling kelam dalam sejarah perkeretaapian Australia.
Kecelakaan kereta api di Granville bukan hanya tragedi, tetapi juga pengingat brutal tentang bahaya dari kelalaian.
Sebuah kereta komuter yang padat penumpang tiba-tiba anjlok, dan dalam hitungan detik, jembatan beton raksasa runtuh menimpanya, menewaskan 84 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.
Perjalanan Pagi yang Berakhir Petaka
Kereta komuter pukul 6:09 pagi dari Gunung Victoria membawa 490 penumpang menuju Stasiun Granville.
Namun, di tengah perjalanan, roda kereta yang sudah aus dan lintasan yang tidak terawat memicu bencana.
Saat melaju dengan kecepatan 75 km/jam di tikungan, kereta itu tiba-tiba melompat keluar dari rel.
Mesin kereta dan dua gerbong penumpang pertama terlepas dari rangkaian.
Mesin menabrak pilar penyangga Jembatan Bold Street, sementara gerbong pertama hancur terbelah oleh tiang beton, menewaskan delapan penumpang di tempat.
Runtuhnya Jembatan yang Menjadi Kuburan
Beberapa saat setelah bagian depan kereta terlepas, gerbong-gerbong yang tersisa berhenti tepat di bawah Jembatan Bold Street yang kini sudah melemah fondasinya akibat benturan mesin kereta. Momen kengerian terjadi.
Jembatan seberat 570 metrik ton itu ambruk, menimpa gerbong-gerbong yang masih utuh.
Benturan itu begitu dahsyat. Gerbong ketiga dan keempat langsung hancur, menewaskan sebagian besar penumpang di dalamnya seketika.
Operasi Penyelamatan yang Penuh Tantangan
Tim penyelamat yang tiba di lokasi menghadapi pemandangan yang mengerikan dan tantangan yang luar biasa.
Gumpalan beton jembatan yang masif menimpa kereta, membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit.
Selain itu, mereka juga harus menghadapi kerumunan penonton yang memadati lokasi, serta fenomena tragis yang dikenal sebagai crush syndrome, di mana beberapa korban yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan meninggal tak lama setelahnya.
Butuh waktu lama untuk mengangkat puing-puing beton dan mengevakuasi korban.
Operasi ini menjadi salah satu upaya penyelamatan paling rumit dan memilukan dalam sejarah Australia.
Kelalaian yang Tak Berujung Penjara
Investigasi pasca-kecelakaan menemukan bahwa tragedi ini bukan hanya sebuah kecelakaan, melainkan hasil dari kelalaian sistematis.
Laporan mengungkapkan bahwa lintasan kereta sudah diketahui tidak aman, bahkan telah menyebabkan dua anjlokan sebelumnya di jalur yang sama.
Meskipun penyelidikan menunjukkan adanya kelalaian dan pemeliharaan yang buruk dalam sistem perkeretaapian New South Wales, tidak ada tuntutan pidana yang diajukan.
Tragedi Granville menjadi pengingat yang menyakitkan tentang pentingnya keselamatan dan tanggung jawab.
Kisah ini mengajarkan bahwa di balik setiap kecelakaan, seringkali ada kesalahan manusia yang bisa dihindari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








