Jateng

Mengapa Negara Afrika Seperti Nigeria dan Ghana Tidak Bisa Lepas dari Indomie? Mengulik Kisah Kesuksesan Produk Mi Instan Kebanggan Indonesia

Theo Adi Pratama | 2 April 2025, 15:15 WIB
Mengapa Negara Afrika Seperti Nigeria dan Ghana Tidak Bisa Lepas dari Indomie? Mengulik Kisah Kesuksesan Produk Mi Instan Kebanggan Indonesia

JATENG.AKURAT.CO, Indomie adalah salah satu produk asli Indonesia yang kini telah mendunia.

Mi instan ini tidak hanya menjadi favorit masyarakat tanah air tetapi juga merajai pasar internasional.

Kepopulerannya bahkan mencapai titik di mana Indomie dijadikan sebagai makanan pokok di Nigeria, disebut dalam lagu-lagu rap, digunakan dalam kampanye politik, hingga dikaitkan dengan fenomena sosial di beberapa negara Afrika.

Bagaimana bisa Indomie mencapai tingkat global seperti ini? Mari kita telusuri kisahnya!

Sejarah Indomie: Dari Indonesia ke Dunia

Indomie pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1972 oleh PT Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd.

Namun, merek ini semakin berkembang pesat setelah bergabung dengan Salim Group dan berada di bawah PT Indofood pada tahun 1984.

Sejak saat itu, Indomie terus berinovasi dan memperluas pasarnya, termasuk dengan merilis varian mi goreng yang sangat populer.

Keberhasilan Indomie dalam negeri menjadi modal utama untuk merambah pasar internasional.

Pada tahun 1992, Indomie mulai diekspor ke luar negeri dengan target utama negara-negara yang memiliki banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) seperti Hong Kong, Taiwan, dan Arab Saudi.

Popularitasnya semakin meningkat berkat strategi pemasaran yang agresif dan adaptasi terhadap selera lokal di berbagai negara.

Indomie di Nigeria: Dari Camilan hingga Makanan Pokok

Salah satu negara yang paling menggandrungi Indomie adalah Nigeria.

Mi instan ini pertama kali masuk ke Nigeria pada akhir tahun 90-an dan dengan cepat menjadi favorit masyarakat.

Beberapa faktor yang mendukung popularitas Indomie di Nigeria antara lain:

  • Rasa yang lezat dan mudah disiapkan
  • Harga yang terjangkau bagi masyarakat luas
  • Dukungan pemerintah dan investasi dalam produksi lokal
  • Strategi pemasaran yang cerdas, termasuk promosi di media dan sponsorship acara besar

Saat ini, Indomie diproduksi secara lokal di Nigeria dan dianggap sebagai bagian dari budaya kuliner mereka.

Bahkan, tidak sedikit warga Nigeria yang mengira Indomie adalah produk asli dari negara mereka.

Indomie dalam Politik dan Musik

Kepopuleran Indomie di Nigeria mencapai titik di mana mi instan ini dijadikan sebagai alat kampanye politik.

Pada Pemilu 2019, salah satu politikus Nigeria, Babagana Kingibe, menggunakan Indomie sebagai media kampanye dengan mencetak fotonya di kemasan mi instan yang dijual dengan harga murah.

Selain di dunia politik, Indomie juga merambah dunia musik.

Banyak rapper Afrika menyebut Indomie dalam lirik lagu mereka sebagai simbol kehidupan sehari-hari yang akrab bagi masyarakat.

Fenomena Indomie di Ghana: Antara Popularitas dan Masalah Sosial

Di Ghana, Indomie memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat. Namun, ada sisi gelap dari kepopuleran mi instan ini.

Laporan dari Star Ghana Foundation menyebutkan bahwa Indomie sering digunakan dalam transaksi seksual remaja karena faktor kemiskinan dan minimnya edukasi seksual.

Fenomena ini dikaitkan dengan meningkatnya angka kehamilan remaja dan penyebaran HIV/AIDS di negara tersebut.

Indomie: Produk Indonesia yang Mendunia

Indomie telah membuktikan dirinya sebagai salah satu produk Indonesia yang sukses di kancah internasional.

Dengan strategi pemasaran yang cerdas, inovasi rasa yang beragam, serta adaptasi terhadap budaya lokal, Indomie berhasil menjangkau lebih dari 80 negara dan tetap menjadi pilihan favorit masyarakat global.

Keberhasilan Indomie tidak hanya membawa nama baik bagi Indonesia tetapi juga membuka peluang ekspor bagi produk-produk lokal lainnya.

Ke depan, Indomie akan terus berkembang dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu mi instan terbaik di dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.