Jateng

Perbedaan Kabupaten Pati dan Rembang! Fakta Mengejutkan di Balik Julukan Daerah Berjulukan Bumi Mina Tani dan Kota Garamm’!

Theo Adi Pratama | 31 Januari 2025, 16:08 WIB
Perbedaan Kabupaten Pati dan Rembang! Fakta Mengejutkan di Balik Julukan Daerah Berjulukan Bumi Mina Tani dan Kota Garamm’!

JATENG.AKURAT.CO, Kabupaten Pati dan Rembang, dua wilayah di pesisir utara Jawa Tengah, sering disebut sebagai “saudara” karena letaknya yang berdekatan.

Tapi tahukah Anda, keduanya punya perbedaan mencolok yang jarang diungkap?

Mulai dari julukan legendaris, angka pengangguran, hingga upah minimum yang berbeda puluhan ribu!

Simak perbandingan lengkapnya berikut ini!

1. Julukan

Kabupaten Pati: Julukan Bumi Mina Tani bukan sekadar kata puitis! Ini adalah akronim dari:

BUMI: Berdaya Upaya Menuju Identitas Pati

MINA: Makmur Ideal Normatif Adil

TANI: Tertib Aman Nyaman Indah
Pati dikenal sebagai lumbung pangan dengan hasil pertanian melimpah dan sektor perikanan yang tangguh.

Kabupaten Rembang: Julukan Kota Garam melekat karena wilayah ini menjadi salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia.

2. Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk

Luas Wilayah:

Pati: 1.503,68 km²

Rembang: 1.014,08 km²
Artinya, Pati hampir 1,5 kali lebih luas daripada Rembang!

Jumlah Penduduk (2023):

Pati: 1,35 juta jiwa

Rembang: 660 ribu jiwa
Meski luas wilayah Pati jauh lebih besar, kepadatan penduduk Rembang justru lebih tinggi (651 jiwa/km²) dibanding Pati (904 jiwa/km²).

4. Indeks Pembangunan Manusia

IPM Pati: 74,10

IPM Rembang: 72,53

Angka ini menunjukkan kualitas hidup di Pati sedikit lebih baik, terutama dalam pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

Tapi Rembang tidak kalah gesit dengan program pengembangan SDM berbasis industri garam!

5. Upah Minimum dan Angka Pengangguran

Upah Minimum (UMK):

Pati: Rp2.332.350

Rembang: Rp2.236.168
Selisih hampir Rp100 ribu membuat Pati lebih menarik bagi pencari kerja!

Angka Pengangguran:

Pati: 3,87%

Rembang: 2,84%

Meski upah di Rembang lebih rendah, angka penganggurannya lebih kecil.

Ini karena industri garam dan maritim Rembang menyerap banyak tenaga kerja lokal!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.