Jatim Vibes! Mengulik Mitos yang Ada di Pantai Kedung Tumpang Tulungagung, Benarkah Tidak Boleh Membawa Jeruk Saat Berendam di Kolam Alami?

JATENG.AKURAT.CO, Di pesisir selatan Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Tulungagung, terdapat sebuah pantai yang tak hanya menawarkan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga menyimpan misteri yang telah dipercaya turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Pantai Kedung Tumpang, meskipun tidak seterkenal beberapa pantai lainnya di Indonesia, memiliki daya tarik unik yang membuat banyak orang penasaran, terutama karena adanya larangan yang cukup aneh: pengunjung dilarang keras membawa buah jeruk saat berkunjung ke pantai ini.
Pesona Alami Pantai Kedung Tumpang
Pantai Kedung Tumpang terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung.
Dari pusat kota, pantai ini dapat dicapai dengan perjalanan sekitar satu jam lebih.
Dalam perjalanan menuju pantai, pengunjung akan disuguhi pemandangan tebing-tebing tinggi dan area perkebunan yang memanjakan mata, menambah daya tarik tempat ini.
Salah satu keunikan Pantai Kedung Tumpang adalah keberadaan kolam alami yang terbentuk di antara bebatuan karang.
Kolam ini memiliki air yang jernih dengan gradasi warna yang memukau, sangat cocok untuk berenang atau sekadar bersantai menikmati suasana.
Bagi pengunjung yang gemar berfoto, kolam alami ini juga menjadi spot yang sempurna untuk mengabadikan momen dengan latar belakang pemandangan alam yang luar biasa.
Selain kolam alami, pesona lain Pantai Kedung Tumpang adalah pasir putihnya yang halus dan ombak besar khas pantai selatan yang bisa sangat memukau sekaligus menantang.
Namun, penting untuk selalu berhati-hati, terutama dengan ombak besar yang bisa datang secara tiba-tiba.
Mitos Larangan Buah Jeruk
Meski keindahan Pantai Kedung Tumpang begitu memikat, ada satu hal yang membuat tempat ini berbeda dari pantai lainnya: larangan membawa buah jeruk.
Mitos ini telah lama berkembang di kalangan masyarakat setempat, dan hingga kini masih banyak yang mematuhinya.
Menurut kepercayaan, Pantai Kedung Tumpang adalah salah satu dari tiga gerbang menuju istana Ratu Pantai Selatan, sosok legendaris yang diyakini sebagai penguasa laut selatan.
Tiga gerbang tersebut adalah Pantai Parangkusumo di Yogyakarta, Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, dan Pantai Kedung Tumpang di Jawa Timur.
Masyarakat setempat percaya bahwa membawa buah jeruk ke Pantai Kedung Tumpang bisa memicu munculnya ombak besar yang mengancam keselamatan pengunjung.
Konon, ombak besar tersebut merupakan tanda kemarahan Ratu Pantai Selatan yang tidak suka dengan kehadiran buah jeruk di wilayah kekuasaannya.
Mitos ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi pantangan yang masih dihormati hingga saat ini.
Antara Mitos dan Realitas
Meskipun larangan ini terdengar aneh dan tidak masuk akal, banyak pengunjung yang memilih untuk mematuhi aturan tidak tertulis ini sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan kepercayaan lokal.
Hingga kini, tidak ada penjelasan ilmiah yang dapat membuktikan kebenaran mitos ini.
Namun, keberadaan mitos ini menambah daya tarik Pantai Kedung Tumpang, memberikan aura misteri yang membuat pengunjung semakin penasaran.
Menikmati Keindahan dengan Bijak
Pantai Kedung Tumpang memang menawarkan pesona alam yang sulit dilupakan.
Dengan tiket masuk yang hanya seharga Rp 5.000, pengunjung dapat menikmati keindahan yang ditawarkan pantai ini.
Namun, penting untuk selalu menghormati kepercayaan lokal dan menjaga keselamatan selama berkunjung.
Pantai Kedung Tumpang bukan hanya sekadar destinasi wisata; ia adalah bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat setempat yang kaya akan cerita dan misteri.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi pantai ini, selain menikmati keindahan alamnya, Anda juga akan merasakan nuansa magis yang membedakan Pantai Kedung Tumpang dari pantai-pantai lainnya di Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







