Fakta Unik Vibes! Mengungkap Beberapa Hal Menarik tentang Terowongan Sasaksaat, Terowongan Terpanjang yang Masih Digunakan Hingga Saat Ini

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda membayangkan melewati sebuah terowongan panjang yang gelap gulita saat menaiki kereta api?
Di Indonesia, ada satu terowongan yang sangat terkenal dengan panjangnya dan sejarahnya, yaitu Terowongan Sasaksaat.
Terowongan ini tidak hanya menjadi bagian penting dari jalur kereta api di Pulau Jawa, tetapi juga menyimpan berbagai cerita menarik yang menjadi saksi bisu perjalanan kereta api sejak zaman kolonial.
Suara gemuruh kereta yang melintas di dalam terowongan ini menciptakan atmosfer yang unik dan tak terlupakan.
Bagi para penumpang kereta api, melewati Terowongan Sasaksaat adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan.
Berikut lima fakta unik terkait Terowongan Sasaksaat yang perlu Anda ketahui.
1. Panjang 949 Meter yang Luar Biasa
Terowongan Sasaksaat memiliki panjang yang luar biasa, mencapai 949 meter, atau mendekati satu kilometer.
Dengan panjang tersebut, terowongan ini menjadi salah satu terowongan terpanjang di Indonesia.
Ketika kereta memasuki terowongan ini, penumpang akan merasakan sensasi kegelapan total yang disertai dengan suara gemuruh roda kereta yang menghantam rel, menciptakan suasana yang mendebarkan.
2. Membelah Bukit Cidepong
Terowongan Sasaksaat membelah perbukitan Cidepong yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Terowongan ini berada di antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat, tepatnya di KM 143+144.
Struktur yang kokoh dan lokasinya yang strategis membuat Terowongan Sasaksaat menjadi jalur penting dalam sistem perkeretaapian Indonesia, terutama di wilayah Jawa Barat.
3. Dibangun pada Tahun 1902 dengan Teknik Canggih
Pembangunan Terowongan Sasaksaat dimulai pada tahun 1902 oleh perusahaan kereta api negara pada masa kolonial, Staatssporwegen (SS).
Pengerjaan terowongan ini dilakukan oleh pemborong Eropa dengan menggunakan teknik canggih dari Belgia, dan hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun, dari tahun 1902 hingga 1903.
Menurut informasi dari situs KAI Heritage, sebelum pembangunan dimulai, diadakan upacara sesajen tradisional sebagai bentuk permohonan keselamatan selama proses pembangunan.
Hal ini dilakukan karena masyarakat sekitar masih mempercayai bahwa gunung di lokasi Terowongan Sasaksaat dikuasai oleh makhluk tak kasat mata.
Teknik pembangunan terowongan dilakukan dengan cara penggalian dari sisi utara dan selatan secara bersamaan.
Untuk menanggulangi rembesan air, lapisan atas terowongan dilapisi dengan semen setebal 0,85 meter dan beberapa bagian terowongan dilapisi dengan seng.
Sementara itu, batuan cadas dihancurkan dengan cara pengeboran menggunakan tangan untuk menghindari getaran yang dapat merusak struktur.
4. Mulanya untuk Angkutan Komoditas Ekspor
Pada awal operasionalnya, Terowongan Sasaksaat digunakan tidak hanya untuk sarana penumpang, tetapi juga sebagai jalur angkutan komoditas.
Terowongan ini berada di koridor Purwakarta-Padalarang dan digunakan untuk mengangkut komoditas seperti kopi, teh, beras, serta hasil pertanian lainnya dari masyarakat di Bandung.
Peran penting terowongan ini dalam menghubungkan wilayah-wilayah penghasil komoditas dengan pusat perdagangan menjadikannya bagian vital dari jaringan transportasi pada masa itu.
5. Rute Kereta yang Melintasi Terowongan Sasaksaat
Saat ini, Terowongan Sasaksaat berada di bawah kewenangan Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung dan dilintasi oleh sejumlah kereta api penumpang dan barang.
Beberapa kereta api jarak jauh (KAJJ) yang melintasi Terowongan Sasaksaat termasuk Argo Parahyangan, Harina, Ciremai, dan Serayu. Selain itu, kereta api lokal Cibatu-Purwakarta juga melintasi terowongan ini.
Terowongan Sasaksaat juga menjadi jalur penting bagi kereta angkutan barang yang membawa berbagai komoditas penting.
Terowongan Sasaksaat bukan hanya sekadar jalur kereta api biasa.
Terowongan ini merupakan saksi bisu sejarah panjang perkeretaapian Indonesia yang menyimpan cerita dan pengalaman unik bagi para penumpang yang melintasinya.
Dengan berbagai fakta menarik yang dimilikinya, Terowongan Sasaksaat menjadi salah satu ikon sejarah yang patut untuk dijelajahi dan diapresiasi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


