Mengulas Hal Unik di Kelurahan Kalibanteng, Semarang: Mulai dari Demografi, Pasar Tiban, hingga Keunikan Wisata

JATENG.AKURAT.CO, Terletak di Semarang Barat, Kelurahan Kalibanteng menyimpan berbagai hal menarik yang patut untuk diulas.
Dimulai dari demografi penduduknya yang beragam hingga keberadaan Pasar Tiban yang terkenal sebagai surga belanja barang bekas, Kalibanteng menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.
Pada artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam berbagai keunikan Kalibanteng.
Demografi Penduduk
Kelurahan Kalibanteng memiliki populasi sekitar 6.066 jiwa.
Menurut laporan BPS "Kecamatan Semarang Barat dalam Angka 2023", jumlah penduduk di Kelurahan Kalibanteng Kidul mencapai 3,38% dari total penduduk Kecamatan Semarang Barat.
Wilayah ini terdiri dari 5 RW dan 37 RT. Salah satu tempat penting di Kalibanteng Kidul adalah makam Mbah Biyet atau Mbah Buyut, juga dikenal sebagai Mbah Anwar Ismail, yang merupakan adik dari Mbah Nyai Banteng Wareng.
Masyarakat setempat masih menghormati leluhur dengan rutin membersihkan makam dan mengadakan peringatan haul.
Pasar Tiban
Setiap Minggu pagi, Pasar Tiban menjadi pusat keramaian di Kalibanteng Kidul.
Pasar ini buka dari pukul 06.00 pagi hingga 11.00 siang dan mencakup area dari Jalan WR Supratman hingga Jalan Sri Rezeki.
Pasar Tiban menawarkan berbagai barang mulai dari makanan, pakaian, hingga mainan anak-anak.
Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah rujak cingur Bu Sri Kayat, yang terkenal dengan kombinasi sayuran, lontong, saus petis, dan kacang khasnya.
UMKM Jamu Sri Rezeki
Kalibanteng Kidul juga dikenal dengan produk UMKM jamu yang telah mencapai skala nasional, yaitu Jamu Gendong Sri Rezeki.
Meski namanya jamu gendong, produk ini dijual dalam botol dengan berbagai jenis dan manfaat.
Jamu ini menjadi salah satu kebanggaan warga dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung.
Wisata di Kalibanteng
Salah satu destinasi wisata utama di Kalibanteng Kidul adalah Museum Ranggawarsita, museum terbesar dan terlengkap di Jawa Tengah.
Museum seluas 1,8 hektar ini memiliki desain bangunan bergaya klasik yang mirip dengan joglo.
Nama museum ini diambil dari seorang pujangga besar Jawa, Raden Ngabehi Ranggawarsita.
Dengan tiket masuk hanya Rp6.000, pengunjung bisa menikmati puluhan ribu koleksi sejarah alam, arkeologi, kebudayaan, hingga seni rupa.
Selain museum, Kalibanteng Kidul juga menjadi titik keberangkatan bus tingkat wisata kota Semarang, yaitu Si Denok, Si Kenang, dan Si Kuncung.
Bus-bus ini beroperasi setiap minggu dan menawarkan tur keliling kota Semarang secara gratis.
Wisata ini menjadi salah satu cara terbaik untuk menikmati keindahan dan keunikan kota Semarang.
Kelurahan Kalibanteng menawarkan perpaduan sempurna antara demografi yang beragam, budaya, dan wisata yang unik.
Dari Pasar Tiban hingga Museum Ranggawarsita, setiap sudut Kalibanteng menyimpan kejutan yang menanti untuk dijelajahi.
Jadi, siapkan diri Anda untuk menjelajahi Kalibanteng dan temukan berbagai hal menarik yang menanti di sana!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 7Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








