Jateng

Mencengangkan! Fakta Unik Terungkap di Balik Kisah Monumen Berbahasa Jepang di Candi Mendut

Theo Adi Pratama | 15 Mei 2024, 10:25 WIB
Mencengangkan! Fakta Unik Terungkap di Balik Kisah Monumen Berbahasa Jepang di Candi Mendut

JATENG.AKURAT.CO, Candi Mendut di Magelang, Jawa Tengah, mungkin sudah menjadi destinasi wisata yang familiar bagi sebagian dari kita.

Namun, tahukah Anda bahwa di sana tidak hanya terdapat Candi Buddha peninggalan Dinasti Syailendra, tetapi juga sebuah monumen yang memuat tulisan berbahasa Jepang? Menarik, bukan?

Berikut ini fakta dibalik sebuah kisah berdirinya monumen berbahasa Jepang yang ada di kawasan Candi Mendut:

Baca Juga: Petualang Rasa Wajib Coba! Sensasi Kuliner Unik Khas Magelang yang Menggoda Lidah dan Menggoda Kantong

Kisah di Balik Monumen Berbahasa Jepang di Candi Mendut

Pada tahun 1970-an, ada seorang ibu di Jepang yang memiliki seorang anak perempuan yang mengalami kelumpuhan.

Meskipun sudah berobat ke berbagai tempat, kelumpuhan sang anak tetap tidak sembuh.

Ibu tersebut adalah Shizuko Miyagawa, yang menganut kepercayaan Buddha Shingon, salah satu aliran kepercayaan agama Buddha di Jepang.

Suatu hari, Ibu Shizuko mendapatkan ilham untuk melakukan perjalanan ke daerah Mendut.

Tanpa ragu, Ibu Shizuko pun memutuskan untuk pergi ke Candi Mendut dan beribadah di sana.

Dengan penuh harap, ia berjanji bahwa apabila anaknya sembuh dari kelumpuhannya, ia akan membangun sebuah persembahan sebagai ungkapan terima kasih atas kesembuhan sang anak.

Setelah beribadah di Candi Mendut, Ibu Shizuko kembali ke Jepang.

Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Kebun Teh Tambi, Menikmati Pesona Alam dan Aroma Teh yang Memikat di Wonosobo

Dan mukjizat terjadi, anaknya telah sembuh dari kelumpuhannya.

Tanpa ragu, Ibu Shizuko pun menepati janjinya.

Sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam, Ibu Shizuko membangun sebuah Monumen Persahabatan Indonesia-Jepang di Candi Mendut.

Monumen Persahabatan Indonesia-Jepang

Monumen ini, yang terletak dekat dengan pos penjaga Candi Mendut, diresmikan pada tahun 1985 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Monumen tersebut berbentuk prasasti tembaga yang dipasang di sebuah balok batu.

Yang menarik, di sekelilingnya terdapat pilar batu andesit Merapi yang bertuliskan huruf Jepang.

Meskipun bertuliskan bahasa Jepang, monumen ini dipahat oleh sanggar seni pahat batu Sanjaya milik Dulkamid Sjayaprana dari Dusun Prumpung, Desa Tamanagung, Muntilan, Jawa Tengah.

Baca Juga: Mahasiswa Ilkom USM Beri Pelatihan Digital Marketing Strategi Membuat Konten

Pemasangan monumen ini juga mendapat izin resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bertanggung jawab atas situs budaya di Indonesia.

Kisah mengharukan ini menunjukkan bagaimana rasa syukur seseorang dapat menginspirasi pembangunan monumen yang menjadi tanda persahabatan antara dua negara, Indonesia dan Jepang.

Ketika Anda berkunjung ke Candi Mendut, jangan lupa untuk mengenang kisah Ibu Shizuko Miyagawa ini, sebagai pengingat akan kekuatan harapan, syukur, dan persahabatan yang melintasi batas-batas budaya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.