Jateng

Menyambut Paskah 2024: Berikut Asal-usul dan Sejarah Lahirnya Tradisi Semana Santa di Larantuka

Theo Adi Pratama | 22 Maret 2024, 20:42 WIB
Menyambut Paskah 2024: Berikut Asal-usul dan Sejarah Lahirnya Tradisi Semana Santa di Larantuka

AKURAT.CO, Pengaruh Portugis telah memberikan warna tersendiri dalam kehidupan umat Katolik di Larantuka, sebuah kota di Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Interaksi yang dimulai sejak abad ke-16 itu menjadikan Larantuka sebagai pusat kehidupan religius yang kaya sejarah.

Salah satu bukti nyata dari interaksi tersebut adalah tradisi Semana Santa, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga: Makna Daun Palma dalam Perayaan Minggu Palma: Tradisi dan Simbolisme yang Mengiringi Kedatangan Yesus ke Yerusalem

Awal Mula dan Legenda

Cerita rakyat yang beredar mempercayai bahwa tradisi Semana Santa di Larantuka berawal dari penemuan Patung Tuan Ma di Pantai Larantuka pada tahun 1510.

Konon, patung tersebut terdampar di pantai setelah kapal Portugis mengalami kecelakaan di perairan Larantuka.

Di bawah perintah Kepala Kampung Lewonama pada masa itu, patung Tuan Ma kemudian disimpan di sebuah rumah pemujaan lokal.

Meskipun pada awalnya masyarakat setempat tidak mengenal identitas patung tersebut, mereka mulai menghormatinya sebagai benda sakral.

Patung ini menjadi pusat perhatian dan pemujaan, dengan masyarakat setempat memberikan sesaji saat merayakan berbagai peristiwa, seperti panen dan perayaan lainnya.

Baca Juga: Bersiap Menyambut Pekan Suci, Berikut 6 Tradisi Rutin Umat Katolik di Indonesia Menjelang Paskah 2024

Perayaan Semana Santa

Perayaan Semana Santa di Larantuka adalah momen sakral yang diadakan tiga kali dalam setahun, dikenal sebagai Hari Baedi Nagi, Hari Bae diKonga, dan Hari Baedi Wureh.

Perayaan ini memusatkan perhatian pada sosok Bunda Maria yang berduka, menyaksikan penderitaan anaknya sebelum dan saat disalibkan.

Desa Wureh, yang terletak di Adonara Barat, Flores Timur, menjadi salah satu pusat kegiatan Semana Santa yang paling berpengaruh di Larantuka.

Desa ini telah mempertahankan pengaruh kuat dari budaya Portugis, yang tercermin dalam perayaan religius mereka.

Pentingnya Tradisi dalam Budaya Lokal

Tradisi Semana Santa tidak hanya merupakan peristiwa keagamaan, tetapi juga bagian integral dari budaya dan identitas masyarakat Larantuka.

Perayaan ini tidak hanya menyatukan umat Katolik, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menjaga dan mewarisi warisan budaya yang kaya dari para leluhur mereka.

Baca Juga: Jadwal Misa Pekan Suci 2024 Untuk Gereja-Gereja Katolik di Jawa Tengah (Update 3)

Dengan mempertahankan tradisi Semana Santa, masyarakat Larantuka memperkuat ikatan mereka dengan sejarah, iman, dan nilai-nilai keagamaan yang telah mengakar dalam budaya mereka selama berabad-abad.

Tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga ekspresi dari keyakinan, penghormatan, dan kesatuan umat dalam memperingati peristiwa penting dalam agama Katolik.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.