Jejak Sejarah Tangsi Militer Belanda di Semarang: Dari Perlawanan hingga Transformasinya Menjadi Pusat Perbelanjaan Terbesar

AKURAT.CO Sejarah, Tangsi Militer Belanda, yang juga dikenal sebagai De Werttenbergse Kazerne, merupakan sebuah tempat yang penuh dengan sejarah panjang dan kompleks.
Awalnya dibangun sebagai respons terhadap perlawanan orang Tionghoa di Batavia pada tahun 1740, tempat ini memiliki akar yang dalam dalam sejarah perjuangan dan pengawasan di masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Pada tahun 1740, orang Tionghoa di Batavia memberontak melawan tentara Belanda, yang pada saat itu merekrut banyak tentara bayaran dari berbagai daerah.
Setelah perlawanan tersebut berhasil dipadamkan oleh Belanda, banyak orang Tionghoa melarikan diri dari Batavia dan berpindah ke Semarang.
Namun, pemberontakan ini terus berlanjut di Semarang hingga tahun 1743, melibatkan orang-orang Tionghoa di wilayah tersebut.
Untuk memudahkan pengawasan terhadap orang-orang Tionghoa yang dianggap sebagai ancaman, Belanda kemudian memindahkan mereka ke daerah Simongan dan mendirikan Tangsi Militer Belanda di sana.
Selama bertahun-tahun, Tangsi Militer Belanda menjadi simbol kekuasaan dan pengawasan kolonial di Semarang.
Namun, pada tahun 2001, gedung tersebut akhirnya dibongkar dan mengalami transformasi besar.
Kini, bekas Tangsi Militer Belanda telah berubah menjadi Semarang Plaza, sebuah pusat perbelanjaan yang modern dan pusat kantor yang ramai.
Meskipun telah mengalami perubahan besar dalam fisiknya, bangunan ini masih menyimpan jejak sejarah yang kuat tentang perlawanan dan pengawasan di masa lalu.
Transformasi Tangsi Militer Belanda menjadi Semarang Plaza menunjukkan adaptabilitas dan evolusi kota Semarang dari masa ke masa.
Meskipun telah berubah fungsi, bangunan ini tetap menjadi bagian yang penting dalam narasi sejarah kota dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Dengan begitu, jejak sejarah Tangsi Militer Belanda terus hidup dalam bentuk baru yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, memberikan penghormatan kepada mereka yang pernah berjuang dan menjaga keberlanjutan sejarah yang berharga.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







