Jateng

Mengungkap Sebuah Perjalanan Sejarah dan Kisah Dibalik Rumah Sakit Sitanala di Tangerang

Theo Adi Pratama | 25 Februari 2024, 13:00 WIB
Mengungkap Sebuah Perjalanan Sejarah dan Kisah Dibalik Rumah Sakit Sitanala di Tangerang

AKURAT.CO Sejarah, Tangerang, sebuah kota yang kaya akan tempat-tempat menarik, baik dari segi kuliner, budaya, seni, maupun sejarah.

Salah satu tempat bersejarah yang patut dibahas adalah Rumah Sakit Sitanala, sebuah rumah sakit yang memiliki cerita dan kontribusi besar dalam penanganan penderita kusta di Tangerang.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah Lengkap Perjalanan dan Masa Kejayaan Kerajaan Kalinyamat yang Terkenal

Sejarah dan Peran Rumah Sakit Sitanala

Rumah Sakit Sitanala adalah rumah sakit rujukan bagi penderita kusta yang berada di Tangerang.

Penyakit kusta, atau lepra, merupakan penyakit infeksi bakteri kronis yang dapat menyerang berbagai jaringan tubuh.

Tingginya jumlah penderita kusta pada masa itu membuat pendirian Rumah Sakit Sitanala menjadi suatu kebutuhan mendesak.

Didirikan pada 28 Juli 1951 di Desa Karangsari, Kampung Sewan, Kecamatan Neglasari, rumah sakit ini awalnya bernama Rumah Sakit Sewaan.

Pergantian nama menjadi Rumah Sakit Sitanala dilakukan sebagai penghargaan kepada Dr. JB Sitanala, seorang dokter yang berperan penting dalam penanganan penderita kusta.

Rumah sakit ini telah menjadi rujukan bagi pasien kusta dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan bahwa pelayanannya telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Mari Mengulik Perjalanan dan Sepak Terjang Toyota Corolla: Dari Sejarah dan Evolusinya di Masa Modern

Kunjungan Tokoh Penting dan Peran Sosial

Rumah Sakit Sitanala juga menjadi saksi kedatangan beberapa tokoh penting dunia, termasuk Putri Diana dari Kerajaan Inggris dan Marc van Rysselberghe Duta Besar dari Kerajaan Inggris.

Kunjungan Putri Diana pada tahun 1989 menjadi momen istimewa, di mana beliau tak hanya berinteraksi dengan para pasien, tetapi juga berpartisipasi dalam permainan tradisional Inggris.

Selain sebagai rumah sakit, Rumah Sakit Sitanala juga menyediakan kampung kusta bagi para pasien yang sudah selesai dirawat.

Meskipun pada masa sekarang kebanyakan penghuninya adalah orang-orang sehat, ini menunjukkan adanya upaya untuk menghilangkan diskriminasi terhadap mantan pasien kusta.

Baca Juga: Mengenal dan Mengulik Isuzu Panther: Sejarah Perjalanan Sang Legendaris Mobil Raja Diesel

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski telah memberikan kontribusi besar dalam penanganan penyakit kusta dan membantu reintegrasi mantan pasien ke masyarakat, Rumah Sakit Sitanala juga menghadapi tantangan.

Salah satunya adalah masalah tempat tinggal bagi pasien yang telah selesai dirawat.

Meskipun kampung kusta sudah banyak dihuni oleh orang-orang sehat, namun masih ada mantan pasien yang kesulitan mendapatkan tempat tinggal setelah keluar dari rumah sakit.

Dengan sejarahnya yang kaya dan kontribusinya yang besar dalam bidang kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Sitanala tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan perkembangan Tangerang.

Harapan untuk masa depan adalah terus berupaya mengatasi tantangan yang ada dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga Rumah Sakit Sitanala tetap menjadi tempat yang berarti bagi mereka yang membutuhkan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.