Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Mengungkap Sejarah dan Kecantikan Bangunan Bekas Kantor Sinder Tebu Madugondo

AKURAT.CO Sejarah, Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Madugondo, yang didirikan pada tahun 1925, membawa sejarah yang kaya dan beraneka ragam fungsi.
Artikel ini akan menjelajahi perjalanan waktu bangunan ini dari tempat pertemuan para kontroler perkebunan tebu hingga menjadi bagian integral dari SPS Tunas Madugondo saat ini.
Sejarah dan Transformasi Fungsi
Awalnya digunakan sebagai tempat pertemuan para kontroler perkebunan tebu di wilayah Dusun Madugondo, Kelurahan Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, bangunan ini telah melihat berbagai perubahan fungsi.
Menurut Bapak Hadi Sutrisno (77 tahun), bangunan ini juga pernah menjadi bangunan Madrasah Diniyah Madugondo dan kantor Kelurahan Sitimulyo yang pertama.
Saat ini, bangunan tersebut telah diberdayakan sebagai SPS Tunas Madugondo, menandakan adaptasi fungsional yang menggambarkan fleksibilitas dan keberlanjutan dalam memanfaatkan warisan sejarah.
Arsitektur yang Memikat
Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Madugondo memamerkan gaya arsitektur campuran Jawa dan Kolonial.
Atap limasan mencerminkan unsur arsitektur Jawa, sementara sistem sirkulasi udara dengan jeruji kayu dan lubang angin di atap depan menggambarkan pengaruh arsitektur Kolonial.
Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pasar Gatak, Pusaka Sejarah Pasar yang Tetap Hidup
Struktur dan Denah Bangunan
Bangunan ini memiliki denah berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18,6 m x 8,4 m.
Terdiri dari dua kamar dan aula, dengan bangunan utama yang memiliki kombinasi dinding kayu dan tembok.
Enam tiang utama berdiri di atas umpak plesteran semen, sedangkan delapan tiang penanggap menyatu dengan dinding kayu.
Teras berukuran 2 m x 8,4 m dengan lantai yang ditinggikan 18 cm.
Pada bagian timur bangunan utama, terdapat dua ruang gudang dengan pintu berukuran melengkung dan ambang pintu yang khas.
Bagian belakang, yang dulu merupakan garasi semi permanen, telah disatukan dengan bangunan utama dan diberi dinding serta pintu-jendela yang menambah nilai estetika dan kegunaan bangunan.
Bangunan bekas Kantor Sinder Tebu Madugondo tidak hanya menyimpan sejarah panjang perkebunan tebu dan pemerintahan kelurahan, tetapi juga menjadi pusat pendidikan dan kegiatan SPS Tunas Madugondo.
Transformasi ini tidak hanya mencerminkan adaptasi fungsional, tetapi juga menghormati keindahan dan warisan arsitektural yang telah menghiasi Dusun Madugondo selama bertahun-tahun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








