Jateng

Misteri Pohon Bolong Gunung Kerinci: Mistisnya Keindahan Alam dan Legenda yang Menyertainya

Theo Adi Pratama | 14 Januari 2024, 08:00 WIB
Misteri Pohon Bolong Gunung Kerinci: Mistisnya Keindahan Alam dan Legenda yang Menyertainya

AKURAT.CO Misteri, Gunung Kerinci, salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Kerinci, Jambi, tidak hanya menawarkan kecantikan alam yang memukau namun juga menyimpan kisah-kisah mistis yang melingkupinya.

Di jalur pendakiannya, terdapat suatu fenomena yang telah menjadi ikon misteri Gunung Kerinci, yaitu "Pohon Bolong."

Terletak di sisi kanan jalur pendakian, di antara pos III dan shelter I, pohon bolong dengan diameter yang besar ini telah menjadi daya tarik dan juga pembawa cerita yang kental bagi para pendaki yang melintasi jalur ini.

Baca Juga: Jalur Tengkorak: Misteri Sengkan Mayit di Jalur Menuju Kawah Ijen, Kecelakaan yang Menyisakan Duka

Meskipun namanya agak mistis, pohon ini memiliki kisah yang tidak asing di telinga para pendaki.

Pendaki yang melewati pohon bolong sering kali dianjurkan untuk tidak berhenti makan, berfoto, atau bahkan buang air di sekitar pohon ini.

Menurut legenda yang berkembang di kalangan pendaki, pohon bolong ini dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan jenazah pendaki yang meninggal.

Oleh karena itu, masyarakat setempat meyakini bahwa melanggar aturan ini dapat membawa sial dan gangguan dari makhluk-makhluk gaib.

Baca Juga: Misteri Arwah Prajurit VOC di Gunung Ijen: Kisah Tersesat di Antara Sejarah dan Alam Gaib

Selain cerita tentang penyimpanan jenazah, pohon bolong juga dianggap sebagai tempat bertengger bagi berbagai sosok gaib.

Pendaki seringkali berbagi cerita tentang penampakan nenek tua dan genderuwo yang sering kali muncul di sekitar pohon ini.

Kisah tentang hilangnya Setiawan Maulana pada tahun 2014 diyakini memiliki keterkaitan dengan sosok penunggu di pohon bolong ini, menambahkan aura misteri dalam pengalaman pendakian.

Baca Juga: Misteri Blue Fire Gunung Ijen: Pesona Keajaiban Alam yang Sangat Menggoda

Beberapa pendaki bahkan melaporkan pengalaman aneh saat melewati pohon bolong.

Bima Putra, seorang pendaki asal Kota Jambi, menyatakan bahwa ketika mendaki ke atas, ia melalui jalur di sisi kiri pohon bolong tanpa henti.

Namun, ketika turun, pohon bolong tersebut tidak lagi terlihat.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan dan diskusi di antara para pendaki, menciptakan nuansa misteri yang semakin mendalam.

Baca Juga: Misteri Penampakan Makhluk Halus di Kawah Ijen: Kisah Nenek Tua Penuh Keajaiban

Gunung Kerinci, selain menyimpan kemegahan alamnya, juga memiliki jalur pendakian yang sulit dan penuh tantangan.

Cuaca di puncak Kerinci dapat sulit diprediksi, dan beberapa pendaki telah kehilangan nyawa mereka dalam perjalanan mendaki.

Nama-nama seperti Adi Permana, Yudha Sentika, Dadang, Nanang, dan Setiawan Maulana menjadi bagian dari kisah tragis di Gunung Kerinci, mengingatkan akan risiko dan ketidakpastian di jalur pendakian.

Keberadaan pohon bolong dan kisah-kisah mistis di sekitarnya tidak hanya menjadi daya tarik bagi para pencinta alam dan petualang, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat.

Wahdi Septiawan, seorang pendaki dari Kota Jambi, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi aturan dan kearifan lokal saat mendaki.

Ia berpendapat bahwa cerita mistis dan kearifan lokal memiliki pesan moral yang harus dihargai, dan setiap pendaki seharusnya mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi risiko di gunung.

Dalam keindahan alam yang dipadukan dengan cerita mistis dan kearifan lokal, Gunung Kerinci tetap menjadi destinasi yang memukau, menawarkan pengalaman yang tidak hanya memacu fisik tetapi juga jiwa.

Sebuah perjalanan di tengah pesona alam dan misteri, yang memberikan pelajaran berharga tentang rasa hormat terhadap alam dan ketahanan diri di hadapan keajaiban alam yang megah dan misterius.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.