Jejak Sejarah: Perjalanan Stasiun Alastua, Saksi Bisu Awal Pembangunan Kereta Api di Indonesia

AKURAT.CO Sejarah, Lintasan awal kereta api di Indonesia membawa jejak sejarah panjang yang hingga kini masih bisa ditemui dalam bentuk-bentuk fisik stasiun-stasiun bersejarah.
Salah satunya adalah Stasiun Alastua, sebuah stasiun yang menjadi saksi bisu awal pembangunan kereta api di tanah air.
Dengan sejarahnya yang mencapai 155 tahun, Stasiun Alastua tetap menjaga pesona dan keunikannya.
Baca Juga: Mengenang Kembali Peradaban di Kampung Kapitan: Pemangku Sejarah yang Terlupakan
Pionir Pembangunan Kereta Api oleh NISM
Lintasan kereta api di Indonesia pertama kali dibangun oleh perusahaan swasta Belanda bernama Nedrlandsch Indiche Spoorweg Maatschappij (NISM atau NIS) hampir 155 tahun yang lalu.
Proyek ini diprakarsai oleh seorang pengusaha perkebunan berani, W. Poolman.
Merealisasikan gagasan tersebut tidaklah mudah pada zaman itu, mengingat berbagai rintangan politik di Belanda dan situasi sosial-politik di Jawa Tengah.
Stasiun Alastua: Menyimpan Sejarah yang Abadi
Stasiun Alastua, yang terletak di Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, merupakan stasiun kereta api kelas II yang dibangun sekitar 155 tahun yang lalu.
Diresmikan pada 10 Agustus 1867, stasiun ini menjadi bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia, yakni jalur Semarang-Vorstenlanden atau Solo-Yogyakarta.
Dengan sejarah panjangnya, Stasiun Alastua menjadi saksi bisu perkembangan kereta api di tanah air.
Baca Juga: Sejarah Hadirnya Mi Ayam Indonesia: Jejak Kuliner Nusantara yang Berawal Mula dari China
Keunikan Arsitektur dan Posisi Stasiun Alastua
Stasiun Alastua, termasuk ke dalam Daerah Operasional (Daop) 4 Semarang, memiliki arsitektur yang unik dan posisi yang menarik.
Terletak di tengah-tengah jalur kereta api, stasiun ini memberikan kesan seperti sebuah pulau.
Dari ketinggian, wisatawan yang melintasi jembatan layang di Jalan Raya Bangetayu-Pedurungan dapat melihat lanskap lintasan kereta api Alastua yang memukau.
Fungsi Strategis Stasiun Alastua
Stasiun Alastua tidak hanya memiliki keunikan arsitektur, tetapi juga memegang fungsi strategis dalam sistem perkeretaapian.
Apabila Stasiun Semarang Tawang tergenang banjir, Stasiun Alastua menjadi tempat pemberhentian kereta api dari arah timur yang hendak melintas ke arah barat.
Fungsi ini menunjukkan keberlanjutan peran stasiun ini dalam mendukung kelancaran transportasi kereta api.
Baca Juga: Sejarah Rumah Bagas Godang: Keindahan yang Terukir Dari Rumah Adat Suku Mandailing di Sumatra Utara
Pemeliharaan dan Pemahaman Warisan Bersejarah
Sebagai bagian dari warisan budaya, Stasiun Alastua menjadi tanggung jawab untuk dilestarikan.
Keberadaannya yang masih aktif dalam sistem perkeretaapian modern menunjukkan betapa pentingnya pemeliharaan dan pemahaman terhadap warisan bersejarah.
Masyarakat setempat, pihak berwenang, dan para pelaku pariwisata dapat bersama-sama menjaga agar Stasiun Alastua terus menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kereta api di Indonesia.
Dengan demikian, jejak-jejak masa lalu akan tetap hidup dan dihargai oleh generasi yang akan datang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










