Menguak Mitos Tangan Berkeringat Sebagai Gejala Sakit Jantung: Ternyata Ini Penyebab serta Fakta Medis Dibaliknya

JATENG.AKURAT.CO, Banyaknya mitos yang beredar di masyarakat ternyata sudah mengakar sejak zaman dahulu kala dan masih dipertahankan hingga sekarang.
Walaupun tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, banyak masyarakat yang terlanjur mempercayainya.
Salah satu mitos di dunia kesehatan yang masih mengakar kuat adalah mitos tentang tangan berkeringat sebagai gejala sakit jantung.
Mitos ini telah diyakini oleh banyak orang dan terus berlanjut dari generasi ke generasi.
Mitos Tangan Berkeringat dan Sakit Jantung
Mitos yang menyebutkan bahwa tangan berkeringat adalah gejala sakit jantung telah menyebar luas dan dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.
Mereka beranggapan bahwa ketika tangan berkeringat, itu adalah pertanda adanya masalah serius dengan jantung.
Fakta Medis Tentang Gejala Sakit Jantung
Namun, faktanya gejala utama penyakit jantung adalah rasa nyeri atau sesak di dada yang terasa seperti ditekan.
Rasa ini biasanya muncul ketika seseorang melakukan aktivitas fisik, seperti naik turun tangga, yang menyebabkan napas menjadi sesak.
Gejala ini jauh lebih spesifik dan dapat diidentifikasi dengan jelas oleh para ahli kesehatan.
Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Piala Asia U-20 2025
Penyebab Sebenarnya Tangan Berkeringat
Sementara itu, tangan berkeringat sebenarnya lebih terkait dengan kondisi saraf yang hipersensitif.
Ketika seseorang mengalami stres, gugup, atau cemas, tubuh merespons dengan meningkatkan aktivitas saraf simpatis, yang dapat menyebabkan tangan berkeringat.
Kondisi ini dikenal sebagai hiperhidrosis dan lebih berkaitan dengan sistem saraf daripada masalah jantung.
Penyakit Lain yang Berhubungan dengan Tangan Berkeringat
Selain itu, ada penyakit lain yang juga menyebabkan tangan berkeringat, seperti hipertiroid.
Hipertiroid adalah kondisi di mana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan.
Gejala hipertiroid meliputi tangan berkeringat, berdebar-debar, tubuh menjadi kurus, dan rasa deg-degan yang berlebihan.
Penyakit ini disebabkan oleh pacuan metabolisme yang tinggi dalam tubuh dan bisa disebabkan oleh infeksi, kanker, atau tumor.
Baca Juga: Lebih dari Sekedar Mimpi Buruk: Mengungkap Tafsiran dan Arti dari Mimpi Dikejar Kucing
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan
Mengingat berbagai kemungkinan penyebab tangan berkeringat, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.
Mereka yang mengalami gejala-gejala seperti tangan berkeringat berlebihan, deg-degan, atau perubahan berat badan drastis sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan kesehatan dan check-up rutin sangat dianjurkan, terutama setelah memasuki usia 30 tahun, untuk mendeteksi dan menangani berbagai kondisi kesehatan sejak dini.
Meskipun mitos tentang tangan berkeringat sebagai gejala sakit jantung masih diyakini oleh banyak orang, fakta medis menunjukkan bahwa tangan berkeringat lebih berkaitan dengan kondisi saraf dan penyakit lain seperti hipertiroid.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mendapatkan informasi yang akurat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk memastikan kondisi tubuh kita tetap sehat.
Dengan demikian, kita dapat melindungi diri dari kesalahpahaman dan mitos yang tidak berdasar.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










