Jateng

Membongkar Rahasia Mimpi: Mengapa Kita Sering Lupa dengan Mimpi yang Kita Alami dan Apa Artinya?

Theo Adi Pratama | 30 Mei 2024, 13:48 WIB
Membongkar Rahasia Mimpi: Mengapa Kita Sering Lupa dengan Mimpi yang Kita Alami dan Apa Artinya?

JATENG.AKURAT.CO, Ketika malam larut dan rasa kantuk mulai menyerang, tubuh kita secara otomatis bersiap menuju tempat tidur.

Otak memberikan sinyal bahwa sudah waktunya untuk istirahat. Namun, begitu kita terlelap, sebuah fenomena misterius terjadi.

Kita seolah-olah memasuki dunia yang tak jelas di mana, dan seringkali, keesokan paginya, kita tak bisa mengingat apa yang kita mimpikan. Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa ini terjadi?

Dikutip dari WittyFeed.com, tidur itu layaknya roller coaster dengan berbagai fase yang kita lalui.

Selama tidur delapan jam, fase tidur kita naik turun, dan salah satu fase yang paling menarik adalah REM (Rapid Eye Movement).

Saat melihat seseorang tertidur dan matanya berkedut, itu tanda mereka berada dalam fase terdalam tidur, yaitu fase REM.

Baca Juga: Gangguan Layanan Canva: Puluhan Pengguna Laporkan Masalah Akses pada Siang Hari di Downdetector

Dulunya, teori menyebutkan bahwa mimpi hanya terjadi pada fase ini, namun penelitian terbaru menunjukkan mimpi bisa berlangsung di semua fase tidur.

Mengapa Kita Bermimpi?

Pertanyaan mengapa kita bermimpi masih menjadi misteri besar.

Peneliti terus mencari jawaban pasti, namun hingga kini belum ada kesimpulan yang memuaskan.

Beberapa teori menyatakan bahwa mimpi berfungsi sebagai cara otak untuk memecahkan masalah atau sebagai salah satu fungsi biologis tubuh.

Baca Juga: Mengenal Ancaman Stunting: Membangun Generasi Sehat dan Cerdas Bangsa! Mulai dari Penyebab, Gejala dan Upaya Pencegahan yang Perlu Dilakukan

Mengapa Kita Melupakan Mimpi?

Melupakan mimpi sering kali dikaitkan dengan kondisi neurokimia otak selama fase REM.

Saat tidur, kualitas tidur kita menentukan apakah mimpi akan kita ingat atau tidak.

Pada umumnya, mimpi terlupakan karena tidak dikonsolidasikan atau diperkuat menjadi ingatan jangka panjang.

Otak kita perlu memindahkan mimpi dari ingatan jangka pendek ke jangka panjang. Jika proses ini tidak terjadi saat kita bangun, mimpi akan hilang begitu saja.

Ada beberapa teori yang menjelaskan fenomena ini. Salah satunya adalah perbedaan kerja neurokimia otak saat kita tidur dan bangun.

Perbedaan ini menghambat kita untuk memperkuat mimpi. Selain itu, kita juga cenderung tidak memperhatikan apa yang kita mimpikan saat tidur.

Jika kita bangun tepat setelah masa REM berakhir, mimpi tersebut cenderung tidak berlanjut dan segera dilupakan.

Baca Juga: Atasi Bad Mood dengan Ampuh! Tips Meningkatkan Hormon Kebahagiaan Agar Hidup Lebih Bermakna

Mengapa Beberapa Mimpi Tertinggal?

Otak kita cenderung melupakan hal-hal yang dianggap tidak penting dan hanya mengingat hal-hal yang memiliki makna emosional.

Oleh karena itu, sebagian besar mimpi akan terlupakan, namun mimpi yang sangat impresif atau emosional memiliki kemungkinan lebih besar untuk diingat.

Ingatan kita terhadap mimpi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk fase tidur, kualitas tidur, dan makna emosional dari mimpi itu sendiri.

Jadi, meskipun sebagian besar mimpi kita terlupakan, mimpi yang benar-benar berkesan akan tetap tertinggal dalam ingatan kita.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.